Tragis, Bekas Kandang Ayam Pun Dijadikan Kelas PAUD

27 Mei 2015 Berita Pendidikan


Demi mencerdaskan masyarakat, upaya apapun harus dilakukan. Seperti di daerah Kampung Angsa, Desa Ciantaasih, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Jawa Barat, bekas kandang ayam dijadikan tempat belajar puluhan anak diniyah dan PAUD. Hal ini dikarenakan bantuan pemerintah yang belum kunjung datang.

Bangunan tersebut sangat tidak layak menjadi tempat kegiatan belajar-mengajar. Ketika musim penghujan tiba, tidak jarang para siswa terpaksa dipulangkan sebab ditakutkan bangunan tua tersebut runtuh disaat tengah belajar.

"Kami mendirikan sekolah ini karena terdorong dari tingginya minat anak usia sekolah di wilayah ini, untuk dapat terus mengenyam pendidikan dan tidak putus sekolah karena faktor ekonomi orang tua yang sulit," kata pendiri DTA Alimanihtada dan PAUD Tunas Asih 1, Dadan Sasmita.

Saat ini jumlah siswa DTA Alimanihtada, tutur dia, mencapai 90 orang dan siswa PAUD Tunas Asih 1 berjumlah 67 orang. Sedangkan "ruangan kelas" alias bekas kandang ayam itu hanya dua, sehingga saat bersekolah, siswa terpaksa harus berdesakan.

"Semakin bertambahnya jumlah siswa di sekolah ini, semakin sempit ruang kelas yang kami sediakan. Bahkan selama proses belajar mengajar, tidak sedikit siswa harus belajar di lantai dan di luar kelas," katanya.

Danah berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki bangunan DTA dan PAUD tersebut.

"Anak-anak disini sangat membutuhkan pendidikan. Terbukti setiap tahun jumlah siswa kami terus bertambah, sementara ruang kelas dan bangunan tidak memadai," pungkasnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)