Tingkatkan SDM Jelang MEA, Presiden Jokowi Rintis Program SMA/K Inpres

22 April 2015 Berita Pendidikan


Dalam upaya meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) menjelang MEA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ingin merintis program SMA/K Inpres baik yang berbasis umum maupun agama.

Jokowi memaparkan hal tersebut mengingat masih sangat kurangnya fasilitas pendidikan yang kita punyai dari tingkat dasar sampai tingkat atas bahkan pendidikan tinggi.

Di hadapan 2.000 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Presiden ke-7 tersebut memaparkan pernyataannya ketika itu sedang merayakan Hari Lahir ke-55 sekaligus Muktamar Pergerakan. Presiden menambahkan jika dulu ada program SD Inpres maka kini sudah saatnya dikembangkan SMA/K Inpres terutama di wilayah-wilayah pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini untuk mempercepat pendidikan tingkat atas kita paling tidak ini yang bisa (dilakukan) karena ke depan pertarungannya adalah SDM," katanya.

Mengingat MEA semakin dekat, pihaknya merespon hal tersebut dengan membangun SMA/K inpres tersebut yang menurutnya, di saat itulah akan terjadi lalu lalang dari sisi ekonomi bahkan ideologi. Di samping itu masih tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang buta huruf yakni sekitar 15,15 persen pada 2013. Hal tersebut merupakan angka yang besar di kala MEA yang segera dibuka.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)