Tiga Inovasi Pemerintah dalam RAPBN 2019 untuk Wujudkan SDM Unggul

15 September 2019 Berita Pendidikan


Tahun 2020 Pemerintah menganggarkan sebesar Rp2.221,0 triliun dari pendapatan dalam negeri dan akan membiayai belanja negara sebesar Rp2.528,8T dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Saat ini, RAPBN 2020 ini tengah dibahas oleh DPR untuk disetujui dan disahkan menjadi APBN 2020.

Dalam RAPBN 2020, Pemerintah menyiapkan beberapa terobosan untuk mengakselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM. Yang pertama adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Tahun 2020, Pemerintah berencana menginvestasikan #UangKita sebesar Rp7,5 T untuk KIP kuliah. Program ini merupakan perluasan program bidikmisi. KIP Kuliah memberi kesempatan bagi 818 ribu anak Indonesia mengenyam pendidikan tinggi.


Kemudian yang kedua adalah Kartu Pra Kerja. Terobosan ini disiapkan untuk 2 juta pencari kerja baru, alih profesi, maupun korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah mengalokasikan Rp8-10 triliun untuk kegiatan pelatihan bagi angkatan kerja melalui akses reguler dan digital.


Terobosan yang ketiga adalah Kartu Sembako. Pemerintah menyempurnakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui kartu ini. Jumlah penerima ditambah menjadi 15,6 juta dan mendapat manfaat Rp150.000 per bulan. Jenis komoditas yang dapat dibeli dengan Kartu Sembako juga bertambah, tak hanya beras dan telur.


KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako adalah 3 inovasi dari beberapa hal baru dan strategis yang disiapkan Pemerintah di tahun 2020. Ketiganya merupakan perluasan manfaat program yang telah dijalankan tahun sebelumnya untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi, persiapan angkatan siap kerja, dan peningkatan gizi masyarakat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)