Tiap Hari Siswa Berjalan Lima Kilometer

22 Juli 2010 Berita Pendidikan


MARTAPURA - Fasilitas pendidikan di daerah terpencil, seperti di Dusun Kiramatas, Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalsel masih sangat minim.

Anak-anak dusun setempat hanya bisa bersekolah hingga kelas tiga di SDN Kiram karena memang hanya ada tiga kelas. Untuk melanjutkan ke kelas empat hingga enam, anak-anak harus menempuh perjalan kaki sejauh lima kilometer ke Dusun Jarak.

Seperti halnya Muhammad Rani, murid kelas 5 dan Syahrani murid kelas 4 dan puluhan anak lainnya di SDN Kiram, harus menempuh perjalanan kaki yang melelahkan naik dan menuruni bukit.

Anak-anak ini mengaku sudah terbiasa berjalan sejauh 5 kilometer menuju sekolah mereka di Kampung Jarak. Meskipun, polos diakui bocah-bocah ini mereka cukup lelah berjalan kaki menuju sekolah atau pun sebaliknya.

Untuk meringankan beban selama di perjalanan, mereka sengaja tidak membawa pulang tas berserta buku. Semuanya, disimpan di dalam rak meja mereka di kelas.

"Memang sengaja kami tinggal. Khawatirnya, kalau dibawa pulang ternyata hujan saat diperjalanan. Sedangkan di sepanjang perjalanan tidak ada satu pun rumah untuk bernaung. Kami takut malah nanti basah dan buku pelajaran kami rusak. Tetapi, di rumah kami tetap belajar mengulang-ulang pelajaran di sekolah," kata Rani.

Ketua RT 3 Dusun Kiramatas, Yusuf, mengatakan semangat anakanak untuk bersekolah cukup tinggi sehingga walaupun cukup jauh mereka tetap bersekolah.

Menurut Yusuf, di Kiramatas tempat mereka tinggal hanya ada sekolah kecil yang menampung anak-anak di kampung setempat dari kelas 1, 2 dan 3. Setelah selesai di kelas 3, anak-anak melanjutkan ke SDN Kiram yang berlokasi di kampung Jarak.

Warga, katanya, pernah mengusulkan agar di Kampung Kiramatas dibangunkan sebuah sekolah dasar.

Lahan seluas 3.000 meter persegi, katanya, juga sudah disiapkan untuk mendukung kesiapan desa untuk dibangun sebuah sekolah dasar. Tapi, jumlah anak-anak di kampung setempat dianggap belum memenuhi sarat untuk dibangun sekolah dasar.

"Kita sudah ada siapkan lahan. Tetapi, karena belum memenuhi sarat sehingga keinginan kami agar disini bisa dibangun sekolah dasar tidak bisa diwujudkan,"katanya.

Plt Kepala Disdik Banjar, H Anang Yusri tidak bisa dikonfirmasi. Ponselnya, tidak aktif. (wid)

Sumber: banjarmasinpost.co.id