Berita Pendidikan
9 September 2009

TF Guru Non-PNS Malang Bebas Pungli

Uang TF guru non-PNS ini disalurkan enam bulan sekali melalui rekening masing-masing. Tunjangan ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru swasta, kata Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang, Mustain, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan, dana tunjangan fungsional berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Setiap guru berhak menerima tunjangan Rp 1,5 juta dipotong pajak 5 persen atau Rp 75 ribu.

Mustain menjamin penyaluran dana tunjangan fungsional guru non-PNS ini bebas pungutan liar (pungli). Sebab, dana diterima langsung oleh para guru yang berhak menerima tunjangan fungsional. Namun, jika ada pihak tertentu yang mengutip pungutan agar segera dilaporkan. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pemotongan apakah Kelompok Kerja Madsarah (KKM) maupun sekolah di mana guru tersebut mengajar.

Tahun lalu, TF guru-guru non-PNS di lingkungan Depag Kabupaten Malang dipotong Rp 10.000 sampai Rp 50.000. Kami tidak mau pemotongan atas nama KKM itu terjadi lagi tahun ini, kata Mustain.

Bagi Muhammad Muklis, guru di MTs Darul Ulum Pakisaji, meniadakan pungutan saja belum cukup. Demi transparansi, kasus tahun lalu, menurutnya, harus diusut tuntas. Hasil penyelidikan yang dilakukan inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kepanjen harus segera diumumkan kepada publik, ujarnya.

Muklis juga meminta semua pihak ikut memantau penyaluran tunjanga fungsional bagi guru non-PNS ini. Jika tidak, bisa jadi akan terjadi pemotongan lagi dan pasti seperti tahun lalu masalahnya akan hilang begitu saja tanpa ada yang bisa dijerat dengan hukum, tegas Muklis.

sumber: dutamasyarakat.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris