Terlibat Kasus, Siswa Laksanakan UN di Penjara

8 April 2016 Berita Pendidikan


Tidak semua siswa di Indonesia beruntung bisa melaksanakan Ujian Nasional (UN) di sekolah. Beberapa siswa harus melaksanakan UN di luar sekolah karena suatu keadaan, seperti sakit atau terlibat masalah atau kasus. Mereka harus mengerjakan lembar ujian di rumah sakit, rumah, bahkan di rumah tahanan (rutan) atau penjara.

Di Kendari, tercatat satu siswa yang mengikuti UN di rutan. Siswa tersebut berasal dari SMAN 1 Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Jabaruddin mengatakan siswa tersebut harus mengikuti ujian di rutan karena sedang menjalani proses hukum atas kasus yang dialaminya.

Selain di Sulawesi Tenggara, salah satu pelajar SMA di Surakarta, Solo, juga mengalami nasib yang sama. Siswa SMA Prawira Marta tersebut harus melaksanakan UN di balik jeruji besi. Sejumlah petugas rutan dan guru pengawas mengawal proses berjalannya ujian.

Siswa tersebut dikabarkan tersangkut kasus perusakan saat mendukung salah satu tim sepak bola yang bertanding di Stadiun Manahan Solo. Ia didampingi oleh seorang guru yang juga merupakan narapidana. Guru tersebut masuk penjara karena terlibat kasus penipuan.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)