Terhambatnya Pendistribusian Buku Kurikulum 2013 Membuat PGRI Kecewa

4 Juli 2014 Berita Pendidikan


Perihal pendistribusian buku kurikulum 2013 yang mengalami hambatan membuat PGRI prihatin. Seperti dikatakan oleh Sulistyo, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bahwa seharusnya buku-buku tersebut telah diterima oleh para guru sehingga dapat dipelajari sebelum guru-guru memberikan materi kepada siswa.

Namun hingga akhir Juni 2014 ternyata pendistribusian buku baru mencapai 60 persen. Padahal tahun ajaran 2014/2015 akan dimulai pada 14 Juli 2014. Sulistyo melanjutkan bahwa penerapan kurikulum 2013 terpaksa ditunda jika hingga batas waktu belum siap. Sulistyo tidak mau memaksakan implementasi kurikulum 2013 karena nantinya akan mengganggu interaksi antara guru dan siswa di kelas.

Rencana penundaan diyakini merupakan solusi terbaik karena pelatihan bagi seluruh guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK juga belum selesai di seluruh provinsi.

PGRI kecewa karena selama ini PGRI selalu memberikan dukungan kepada pemerintah karena pemerintah berjanji akan memberi pelatihan kepada seluruh guru. Selain itu pemerintah juga memberikan janji untuk membantu pendistribusian buku hingga ke semua sekolah bahkan yang berada di pelosok dan penyempurnaan berbagai dokumen mengajar.

Di lain pihak sebenarnya Mohammad Nuh, Mendikbud telah menjanjikan bahwa distribusi buku kurikulum 2013 akan selesai dilakukan pada akhir Juni 2014.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari antaranews.com)