Terbukti, Siswa Hanya "Kelinci Percobaan"...

9 Desember 2009 Berita Pendidikan


Dibatalkannya Ujian Nasional (UN) silang atau campuran di satu sisi memang melegakan, tetapi di sisi lain hal itu justru semakin membuktikan bahwa pemerintah terlihat jelas menjadikan anak didik sebagai "kelinci percobaan".
Demikian hal itu diungkapkan oleh Koordinator Education Forum Suparman di Jakarta, Selasa (8/12). Suparman mengaku, sejak awal kebijakan itu digulirkan dirinya tidak menyetujui karena hal itu dianggap hanya menambah beban peserta didik.

"Dengan pembatalan ini semakin terlihat jelas bahwa kebijakan yang digulirkan pemerintah dalam UN masih bersifat trial and error. Ini tentu tidak baik karena nantinya bagi yang lulus atau tidak lulus pun para siswa sudah terampas haknya. UN ini hanya akan melahirkan korban-korban baru UN," ujarnya.

Pertama, UN sudah membuat siswa tertekan dalam persiapannya. Kedua, pada saat UN siswa akan disibukkan beban mencari lokasi UN. Ketiga, siswa belum tentu comfort dengan suasana kelas yang tidak biasanya didapatkan kendati kecenderungan ketiga ini lebih kecil.

"Kalau lokasinya lebih dekat tentu tidak masalah, tapi kalau lokasinya lebih jauh?" ujarnya.

Menurut Suparman, dibatalkannya UN silang atau campuran ini di satu sisi memang melegakan. Namun, di sisi lain, lanjut Suparman, hal itu justru semakin membuktikan bahwa pemerintah terlihat jelas menjadikan anak didik sebagai "kelinci percobaan".

"Sudah saatnya UN dirombak total. Putusan UN itu tidak perlu ditafsirkan lain oleh Mendiknas, artinya kalau memang tiga hal dalam putusan MA itu tidak jalankan dan dilengkapi, sebaiknya UN ditunda dulu, itu saja dululah,"kata Suparman.

LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com