Telah Ditetapkan Standar Baru untuk Perekrutan Guru Asing

28 April 2014 Berita Pendidikan


Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, selama ini proses perekrutan tenaga pendidik di sekolah-sekolah internasional menjadi kewenangan pihak sekolah. Namun, lanjutnya, Kemendikbud telah menetapkan standar yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga pendidik.

Perekrutan guru asing menjadi perhatian setelah tersiarnya kabar bahwa ada sebuah sekolah internasional di Jakarta pernah mempekerjakan guru yang menjadi buronan FBI karena kasus pelecehan seksual terhadap anak.

"Standar guru sudah ada. Mulai dari kompetensi sosial, pedagogik, dan personal sudah ada. Perekrutan langsung dari sekolah walaupun memang harus memenuhi standar tersebut," kata M Nuh di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (25/4/2014).

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam perekrutan tenaga pendidik, termasuk tenaga pendidik asing. Sebab, kualifikasi internasional yang tercermin dalam sertifikat tidak dapat menjamin kompetensi tenaga pendidik tersebut.

"Merekrut guru sendiri saja repot bagaimana dengan guru-guru asing. Yang penting ada partisipasi dari masyarakat. Yang susah memang mengukur kompetensi personal. Matematika mudah dilihat tapi kalau pribadi orang siapa yang tahu? Lewat psikotes saja belum tentu terlihat," jelasnya.

Terkait sanksi atas peristiwa pelecehan seksual yang dialami murid TK di salah satu sekolah internasional di Jakarta, M Nuh menyebut, tidak cukup hanya dengan menutup sekolah saja. Dia menilai, pengusutan kasus tersebut harus sampai ke ranah hukum.

"Pokoknya pintu masuknya TK karena yang ketahuan TK. Tapi nanti masuk ke semuanya baik SMP dan SMP. Selesaikannya bukan administratif. Bukan tutup selesai. Tidak boleh sampai di situ karena persoalannya sampai ke tahap hukum. Lainlah kalau sesama dewasa. Ini kan anak-anak. Makanya, penyelesaiannya bukan administratif tapi masuk ranah hukum," ungkap M Nuh.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Okezone.com)