Tanpa Perahu, Rasanya Berat Pergi ke Sekolah...

4 September 2009 Berita Pendidikan


Sejumlah siswa dan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kelurahan Jambu, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membutuhkan sarana angkutan sungai khusus pulang-pergi ke sekolah.
"Sarana angkutan sungai berupa perahu bermesin kelotok sangat dibutuhkan untuk mengangkut para guru dan pelajar terutama yang berasal dari Muara Teweh," kata Kepala SMPN-3 Muara Teweh di Kelurahan Jambu, Irwansyah, Kamis (3/9).

Selama ini, kata dia, para pelajar dan guru yang tempat tinggalnya di Muara Teweh menggunakan jasa kelotok penyeberangan di Sungai Barito untuk menuju tempat sekolah di Kelurahan Jambu. Meskipun akses menuju sejumlah sekolah itu bisa dijangkau dengan jalan darat, perjalanan tersebut dinilai relatif jauh. Mereka harus melalui ruas jalan negara yang rawan kecelakaan.

"Hampir semua anak didik dan guru dari Muara Teweh menggunakan jasa kelotok untuk ke sekolah, karena jaraknya cukup dekat," katanya.

Hanya, biaya jasa angkutan sungai tersebut terasa memberatkan. Setiap bulan, para pelajar dan guru harus membayar Rp25.000/orang. Selain itu, baik siswa maupun guru seringkali datang terlambat akibat harus menunggu jemputan kelotok tersebut.

"Masalah usulan angkutan sungai ini sudah kami sampaikan beberapa kali ke dinas terkait, namun tidak ada tanggapan," tegasnya.

LTF/Ant

Sumber: Kompas.Com