Tak Ada Sekolah Gratis

9 September 2009 Berita Pendidikan


SURABAYA - Kadindin Jatim Suwanto menyatakan, tak ada sekolah gratis. Yang ada adalah pendidikan dibiayai pemerintah. Bantuan pemerintah bagi siswa hanyalah biaya operasional pendidikan, bukan seluruh biaya pendidikan.

Suwanto, Selasa (8/9), menegaskan, istilah pendidikan dibiayai pemerintah (bukan pendidikan gratis) lebih tepat, karena ada yang juga harus ditanggung masyarakat. Yang ditanggung pemerintah lewat dana BOS meliputi 13 item, antara lain SPP, sarana administrasi sekolah, sarana belajar mengajar, dan sejenisnya.

Sekolah, SD dan SMP yang mendapat BOS, katanya, tetap bisa memungut dana dari orangtua siswa untuk keperluan biaya investasi, biaya personal, atau keperluan lain di luar item yang ditetapkan. Tapi, sifat bantuan dari masyarakat ini harus sukarela dan prosedural. Kalau ada sekolah yang melanggar, lapor ke bupati/wali kota, ujar Suwanto.

Direktur Aliansi Tanggap Pendidikan (ATAP) Surabaya Isa Anshori menyatakan, sebisa mungkin biaya pendidikan dari pemerintah diberikan untuk seluruh proses belajar mengajar termasuk biaya investasi dan operasional. Negara punya kewajiban menjamin anak miskin, negara punya kewajiban mengitervensi supaya anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa tetap sekolah, tegas Wakil Ketua Dewan Pendidikan Surabaya ini.

Seperti diketahui, setiap siswa SD dan SMP se Indonesia mendapat bantuan dana untuk SD Rp 33.000/siswa/bulan. Sedangkan untuk SMP Rp 48.000/siswa/bulan. rey

Sumber: surya.co.id