Tak Ada Sanksi bagi 267 Sekolah yang Seluruh Siswanya Tidak Lulus UN

29 April 2010 Berita Pendidikan


PURWOKERTO-Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menegaskan tidak akan memberikan sanksi apa pun terhadap 267 sekolah yang seratus persen siswanya tidak lulus UN. Menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, seluruh siswa suatu sekolah yang tidak lulus UN saja sudah merupakan sebuah sanksi besar bagi sekolah tersebut.

''Sanksi? Tidak akan diterapkan sanski bagi sekolah ataupun kepsek yang siswanya tidak lulus. Seluruh siswanya tidak lulus saja itu sudah sebuah sanksi besar bagi sekolah tersebut. Apalagi kalau sekolah swasta yang seluruh siswanya tidak lulus sudah ada dua sanksi berat. Satu siswa mereka tidak lulus semua, dan begitu tahu siswanya tak lulus semua, orangtua mau mendaftar di situ akan berpikir lagi, itu sudah sanksi tersendiri,'' ujar Mendiknas, usai melantik Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Rabu (28/4).

Secara nasional, pelajar SMA atau MA yang tidak lulus UN disebabkan oleh dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Biologi. Mendiknas menyampaikan, sekolah harus memberikan remediasi kepada para siswa tersebut.

Namun demikian, sambung Mendiknas, bukan berarti penekanan remediasi hanya pada pelajaran Bahasa Indonesia atau Biologi. Hal itu disebabkan kalau ditelusuri fakta di lapangan, mata pelajaran penyebab siswa gagal UN berbeda satu dengan lainnya. ''Memang secara nasional, mata pelajaran Bahasa Indonesia banyak yang mengulang, tapi bukan berarti hanya pelajaran itu yang dipentingkan dalam remediasi, sangat bergantung pada keadaan sekolah masing-masing di lapangan,'' jelasnya.

sumber: republika.co.id