Tahun 2015, CPNS Wajib Menjalankan PPG-SM3T

27 Oktober 2014 Berita Pendidikan


Tahun 2015 mendatang, bagi yang ingin mendaftar menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidaklah mudah. Kemendikbud akan menjalankan Program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (PPG-SM3T). PPG-SM3T sendiri akan menjadi salah satu persyaratan bagi para sarjana pendidikan yang ingin melamar menjadi PNS pada 2016. Jadi, tidaklah cukup hanya mempunyai gelar sarjana pendidikan (S Pd.), namun wajib pula bergelar guru profesi (Gr.).

Hal ini dilakukan karena kelangkaan guru di daerah terpencil yang disebabkan oleh penempatan tenaga guru yang tidak merata. Menurut Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), CPNS seharusnya ditempatkan di daerah kekurangan guru dahulu. Bila CPNS tidak mau ditempatkan di tempat terpencil, maka ia tidak dapat diangkat menjadi PNS.

PPG-SM3T sendiri merupakan bagian dari program Maju Bersama Mencerdaskan Bangsa (MBMI) yang bertujuan mempercepat pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Selain itu, tujuan dari program ini adalah untuk membangun mental guru yang memiliki wawasan yang luas. Dalam mengikuti program tersebut, para sarjana pendidikan yang baru lulus ditugaskan di daerah terpencil yang sudah ditentukan selama 6 - 12 bulan.

Daerah yang biasanya menjadi sasaran PPG-SM3T seperti Nias, NTT, NTB, Papua, dan Mentawai. Lokasi tersebut juga memiliki fasilitas yang terbatas, seperti tidak adanya listrik, menyebrangi sungai tanpa jembatan, dan tantangan lainnya.

Namun walaupun tidak mudah, peminat program ini dari 3 tahun uji coba mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2011, ada sekitar 2.500 peserta yang mendaftar. Kemudian tahun 2012 terdapat 2.700 peserta, dan tahun 2013 terdapat 3.000 peserta. Hal ini membuktikan bahwa PPG-SM3T memiliki keunggulan bagi para calon pengajar.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)