Survei UNESCO: Indeks Tingkat Membaca Masyarakat Indonesia Hanya 0,001 Persen

4 Mei 2016 Berita Pendidikan


Ada beberapa pendapat mengatakan, "jika Anda mendidik anak anda untuk membaca, Anda sedang melahirkan orang hebat yang berpengaruh di masa depan". Dengan membaca, maka Anda juga sedang membuka jendela dunia. Maka dari itu, minat baca pada suatu bangsa merupakan hal yang penting.

Mirisnya, menurut hasil survei yang dilakukan oleh UNESCO pada 2011, Indonesia memiliki indeks tingkat membaca hanya sebesar 0,001 persen. Hal ini berarti ada satu orang dari 1000 penduduk yang masih memiliki kemauan tinggi dalam membaca buku.

Most Literate Nations in the World pada bulan Maret 2016 lalu merilis pemeringkatan literasi internasional. Hasil mengejutkan, Indonesia berada di urutan ke-60 di antara total 61 negara. Tak hanya itu, kondisi serupa juga terjadi pada pemeringkatan tingkat pendidikan Indonesia di dunia yang dari tahun ke tahun belum beranjak dari papan bawah dalam berbagai survei internasional. Salah satunya World Education Forum di bawah naungan PBB yang menempatkan Indonesia di posisi 69 dari 76 negara.

Menilik beberapa negara maju, salah satu titik balik kesuksesan mereka adalah kebijakan sistem perbukuan. Hal ini merupakan salah satu cara dan menjadi syarat mutlak dalam upaya menghidupakan dunia penerbitan, penumbuhkembangan minat baca, pemberantasan butu aksara, pencerdasan kehidupan bangsa dan muaranya kemajuan bangsa.

Karena dengan sistem perbukuan, masyarakat Indonesia bisa menikmati buku serta menyediakannya secara berkualitas dan murah serta tersebar merata. Dalam hal ini, pemerintah kini memprioritaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Perbukuan pada 2016.

Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan bahwa selain soal anggaran,sistem belajar mengajar, kompetensi guru, infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi, rendahnya minat baca sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan Indonesia. Semoga dengan ini, kebijakan sistem perbukuan segera rampung.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)