Survei Menunjukan 44 Persen Pelajar Merasa Galau dan Stress Menjelang Ujian

11 Maret 2015 Berita Pendidikan


Menjadi seorang pelajar memang bukan sesuatu yang mudah. Tugas dan ujian yang biasa diberikan oleh masing-masing sekolah terkadang membuat beban tersendiri bagi murid jika salah dalam menanggapinya. Meski tiap pribadi memiliki penyikapan yang berbeda-beda dalam menerima tugas atau menghadapi ujian, tentunya hal tersebut menciptakan suatu stigma tersendiri di kalangan pelajar.

Dalam sebuah survei , seorang ahli psikologi Hellen Damayanti mengatakan bahwa 44 persen pelajar merasa stress menghadapi ujian dan tugas. Ia mengatakan bahwa tingkat stress remaja menjelang ujian nasional sangat tinggi, sedangkan 12 persen diliputi kegalauan akibat rasa takut tidak naik kelas.

"Faktor lain karena para pelajar merasa bingung mencari sekolah lanjutan atau pindah ke sekolah yang dinilainya tepat," ujarnya.

Hellen menambahkan, dalam memilih sekolah lanjutan atau kuliah sebenarnya tipsnya adalah pilih sesuai dari ilmu yang didapatkan sehingga di dunia kerja akan mudah mengaplikasikannya.

Hal yang lain yang bisa dilakukan agar terhindar dari stress untuk menentukan sekolah lanjutan adalah dengan menghitung biaya pendidikan, lama waktu pendidikan, kualitas lulusan dan kemudahan setelah lulus.

Direktur ASTRI Universitas Budi Luhur, Fenti Sofiani, menambahkan, Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK) masih menjadi hal menakutkan para pelajar. Dirinya merasa prihatin akan sikap remaja saat ini yang merasa galau terutama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional.

Semoga kegalauan para pelajar ini dapat disikapi sebaik mungkin mengingat Ujian juga merupakan sebagian dari proses pembelajaran serta juga sebagai pemicu motivasi untuk menjadi lebih baik lagi dalam mengerjakan segala sesuatu.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)