Surabaya Tetap Berlakukan UN Online bagi SMA/SMK

12 Februari 2015 Berita Pendidikan


Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menyambut gembira tentang rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) online. Pasalnya, Dispendik Surabaya sendiri menyatakan kurang setuju dengan diadakannya UN online yang akan diberlakukan untuk pelajar SMP.

"Sudah saya bilang dari awal, di Surabaya semua SMA/SMK siap mengikuti UN online. Tapi, kalau SMP, kami tidak bisa paksakan," kata Kepala Dispendik Ikhsan Jumat (6/2).

Akan tetapi kesiapan UN online tingkat SMP berbanding terbalik dengan SMA/K. Jumlah peserta yang mendaftar untuk ikut UN online SMA/SMK justru banyak. Bahkan, sekolah dan lembaga yang mendaftar justru di luar 198 pilot project yang sudah ditentukan.

"Saat ini di Surabaya saja, sudah ada 53 (sekolah) yang mendaftar. Ada 29 SMK dan 24 SMA," jelas Kepala Dispendik Provinsi Jawa Timur, Harun.

Diyakini jumlah tersebut akan terus bertambah dikarenakan banyaknya sekolah di Surabaya yang ikut UN. Bahkan, menurut Harun kalaupun ada 198 sekolah yang menjadi pilot project tidak ikut, masih akan ada sekolah di luar pilot project yang akan ikut mendaftar.

Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah yang mecapai 53 sekolah dan bahkan sejak Januari lalu, sudah ada 107 lembaga yang mengkonfirmasi ke Dispendik Jatim dalam kesiapan UN online.

Melihat banyaknya sekolah yang antusias akan hal ini Dispendik Jatim memperpanjang konfirmasi pendaftaran kepersertaan UN yang awalnya ditutup pada 30 Januari dan kini diperpanjang hingga 12 Februari 2015.

Bergerak cepat, Dispendik menugaskan Tim CBT yang akan mendata sekolah dan mengisi database di computer sekolah dengan tujuan kesiapan perangkat sejak dini untuk menghadapi hari-H pelaksanaan Ujian Nasional.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)