Sumut Bantu Siswa Miskin

11 September 2009 Berita Pendidikan


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan terhadap ribuan siswa miskin yang berada di 28 kabupaten dan kota se-Sumut.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan dalam menyukseskan slogan masyarakat tidak bodoh, serta memberikan peluang yang sama bagi warga dalam memperoleh pendidikan. Untuk membantu semua siswa miskin, Pemprov Sumut telah mengalokasikan dana sekitar Rp52,5 miliar.

Jatah untuk siswa sekolah dasar (SD) sebanyak 63.823 orang dengan Rp460.000 per tahun per orang.Untuk SMP sebanyak 20.997 siswa dengan Rp560.000 per tahun per orang. Siswa SMA sebanyak 13.362 orang dengan Rp780.000 per orang per tahun,serta SMK dengan 9.498 siswa dengan Rp780.000 per tahun per orang.

Khusus Medan mendapatkan jatah bantuan untuk 25.000 siswa miskin yang terbagi dalam SD, SMP, SMA/SMK, ujar Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Program Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan Mahninda,didampingi Staf Perencanaan Program T Simanullag kemarin. Menurut dia, 25.000 siswa tak mampu tersebut terdiri atas tingkat SD sebanyak 11.600 orang,SMP 7.200 orang,SMA 3.020 orang,SMK 2.188 orang, dan MA sebanyak 992 orang.

Meski telah memiliki daftar kuota,Mahninda mengakui belum bisa memastikan nama-nama siswa tersebut.Kami masih menunggu data-data dari kecamatan atau kelurahan yang nantinya dibawa ke sekolah.Saat ini belum ada data yang ada belum valid,ujarnya. Menurut dia, bantuan tersebut akan diterima langsung oleh siswa melalui sekolah, sementara pihak sekolah tidak berhak untuk mengatur penggunaan uang tersebut.

Terserah, uang itu mau diapakan oleh siswa yang jelas untuk kepentingan sekolah.Jika mau dibelikan susu untuk gizi, tidak masalah, jelasnya. Dia mengaku sadar,pemberian itu akan tumpang tindih dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Namun, sejauh itu bisa digunakan dengan baik, pihaknya tak mempersoalkan. Para siswa miskin saat ini dapat menerima bantuan sekolah beberapa jenis.Hal ini tidak menyalahi peraturan yang ada. Contohnya, untuk tingkat SD uang komite sekolah sudah gratis, dan siswa miskin juga mendapatkan bantuan dari dana BOS.

Setelah dapat keduanya, mereka juga bisa mendapatkan bantuan siswa miskin dari Dinas Pendidikan,jelasnya. Apalagi, kata dia, konsep sekolah gratis sejauh ini belum mencapai kesempurnaan. Kan tidak semuanya gratis.Yang gratis itu, sebagian buku dan uang sekolah. Untuk beli baju, sepatu, dan yang lainnya kan tidak ada.

Makanya, bantuan ini (siswa miskin) bisa digunakan,katanya. Untuk itu, fungsi dari bantuan siswa miskin ini untuk memenuhi kebutuhan yang tidak tersentuh oleh bantuan yang lain.Jadi yang namanya sekolah gratis itu ya harus gratis semua. Saya menilai bantuan ini agar meminimalisasi anak-anak yang putus sekolah, pungkasnya. (nina rialita)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com