Berita Pendidikan
7 April 2010

Sumber Kebocoran Soal Ujian Nasional dari Percetakan

Kementerian Pendidikan Nasional memastikan kebocoran soal Ujian Nasional SMA berasal dari percetakan. Kasus yang muncul di Medan itu membuat siswa dari 2 SMA harus mengulang ujian.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Bandung mengatakan, tim reaksi cepat kementerian telah melakukan verifikasi dan mendapatkan bukti tentang kebocoran soal itu. Kepolisian pun ikut menyelidiki. "Kebocoran soal itu dari percetakan," katanya di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Selasa (6/4).

Walau begitu, pemerintah tidak menghukum para siswa yang mendapat bocoran soal tersebut. Siswa diberi kesempatan ikut ujian ulangan. "Kecuali siswa yang sengaja mencari jawaban, itu akan didiskualifikasi, tidak dinilai (ujiannya," ujarnya.

Saat ini, kementerian tengah menyelidiki 4 lokasi sekolah lain yang dilaporkan menerima bocoran soal ujian SMA. Sekolah itu tersebar di Madura, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Menurut Fasli, penelusuran tim tersebut berdasarkan 200 laporan kebocoran soal ujian nasional yang masuk. Seluruhnya, kementrian mendapat 900 lebih laporan dari masyarakat tentang kecurangan ujian nasional dari seluruh Indonesia.

Khusus di Jawa Barat, kementerian memastikan tidak ada kebocoran soal ujian nasional SMA. Adapun laporan beredarnya kunci jawaban, kata Fasli, setelah ditelusuri ternyata kebenarannya dibawah 30 persen.

Secara umum, menurut Fasli, Ujian Nasional tahun ini sudah berubah dari tahun-tahun sebelumnya. "Dulu kita bertengkar dengan pemerintah daerah yang ingin nama baiknya bagus, sehingga hasil (ujian) harus baik," kata dia. Sekarang pemerintah daerah dinilainya ingin jujur sehingga mencari masalah ujian nasional. "Sekarang berubah, pemda bertekad harus jujur," katanya.
ANWAR SISWADI

Sumber: Tempointeraktif.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris