Sultan: UN untuk Identifikasi Potensi Pendidikan Saja

1 Desember 2009 Berita Pendidikan


Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, ujian nasional (UN) sebaiknya dijadikan sebagai salah satu dasar identifikasi potensi pendidikan di setiap daerah. Bukan untuk standar kelulusan siswa.
"Hal itu penting karena mutu pendidikan di setiap daerah di Indonesia saat ini masih belum sejajar," katanya di Yogyakarta, Senin (30/11), menanggapi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang UN yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Menurut Sultan, pendidikan di Jawa dengan luar Jawa saat ini belum dalam kondisi yang sama. Oleh karena itu, penyelenggaraan UN sebaiknya dilakukan untuk menentukan standar identifikasi potensi pendidikan di setiap daerah.

"Soal pelarangan atau pembatalan UN saat ini masih menjadi perdebatan. Namun, jika UN dijadikan cara untuk mengidentifikasi potensi, hal itu akan menjadi alternatif untuk meningkatkan mutu produk pendidikan," katanya.

Jadi, menurut dia, melalui identifikasi potensi pendidikan dapat diketahui kekurangan yang ada untuk diperbaiki dan hasil yang rendah bisa ditingkatkan. Upaya itu akan menjadi alternatif peningkatan mutu pendidikan.

Disinggung apakah UN bisa dijadikan sebagai standar kelulusan siswa, iamengatakan, hal itu yang menjadi masalah sehingga menimbulkan pro dan kontra."Jika standar kelulusan siswa disama-ratakan itu memang tidak bisa, karena setiap sekolah antardaerah pendidikannya belum seimbang. Jadi, bagaimana mungkin jika sudah belajar dalam waktu tiga tahun hanya ditentukan dari hasil UN, seharusnya tidak begitu," katanya.

Ia mengatakan, solusi dari semua itu terletak pada para pendidik, karena mereka yang lebih mengetahui soal pendidikan."Saya tidak bisa mengusulkan apa-apa karena saya bukan pendidik. Bagi saya yang paling penting itu bagaimana standarisasi untuk
meningkatkan mutu pendidikan," katanya.

Sehubungan dengan hal itu, menurut dia, tidak hanya siswa yang perlu ditingkatkan kualitasnya, tetapi juga tenaga pendidik. Kualitas guru harus ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

"Bagaimana mau meningkatkan mutu pendidikan jika kualitas guru masihmemprihatinkan. Oleh karena itu, guru harus ditingkatkan
kemampuannya," katanya.
Editor: msh

Sumber: ANT (kompas.com)