Study Objective, Serius dan Jangan Lebay

11 Februari 2011 Berita Pendidikan


DEPOK - Bobot paling tinggi namun sering dilupakan sebagian besar pelamar beasiswa adalah study objective. Padahal, kesungguhan kandidat membutuhkan beasiswa untuk studinya bisa dilihat jelas dari situ.

"Biasanya pemberi beasiswa, terutama beasiswa dari pemerintah seperti Fullbright ini misalnya, ingin melihat sumbangan apa yang ingin diberikan penerima beasiswa kepada negaranya setelah selesai studi. Untuk itu, study objective itu harus dibuat nyata, tapi juga jangan berlebihan. Tak perlu lebay, istilahnya begitulah," papar Antje M Harsono, Senior Advisor The American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) Indonesia, saat menyampaikan presentasinya di seminar beasiswa Fullbrigth di "UI Career & Scholarship Expo XI" di Balairung UI, Kampus UI, Depok, Kamis (10/2/2011).

Antje mengatakan, study objective (tujuan studi) masih dipandang klise oleh rata-rata orang Indonesia. Sementara bagi orang asing, khususnya pemberi beasiswa, tujuan studi justru merupakan modal awal sebelum penerima beasiswa jauh melangkah dalam menuntut ilmu di negeri orang.

"Keseriusan belajar, kesungguhan memberi nilai lebih dalam memilih program studi dan memikirkan sumbangsih kepada negaranya sepulang studi justru dinilai serius oleh pemberi beasiswa, sehingga ini tidak bisa disepelekan kalau mau berhasil meskipun IPK dan TOEFL sudah memenuhi syarat. Banyak yang terganjal di sini," ungkap Antje.

Untuk itu, lanjut dia, kandidat penerima beasiswa harus menunjukkan keseriusannya sejak awal mencari dan memilih program studi, jurusan, serta universitas tujuan studinya. Informasi tersebut harus digali sedalam-dalamnya dan dikuasai semua informasinya hingga yakin dijadikan pilihan.

Sumber: kompas.com