Stop! Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa

19 Juli 2014 Berita Pendidikan


Dalam menyambut kedatangan siswa baru, tiap tahun ajaran baru selalu dihadapakan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang dikenal dengan istilah MOS (Masa Orientasi Siswa).

Pada pengalaman sebelumnya banyak terjadi tindak kekerasan dalam MOS. Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan dan menghimbau, agar tidak boleh ada unsur kekerasan dalam pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS).

Seperti disampaikan Nuh saat mengunjungi SMP Negeri 1 Jayapura. "Untuk kakak kelas yang duduk di kelas 8 dan 9, tolong sentuh adik-adik yang baru masuk sekolah dengan sentuhan-sentuhan kasih sayang," ujar Mendikbud.

Agar tidak terjadi kasus kekerasan dalam pelaksanaan MOS, "Tidak dibenarkan kekerasan menimpa siswa baru, tetapi terima siswa baru dengan sifat penuh kasih sayang," ungkap Mohammad Nuh.

Dalam pelaksanaan MOS, ada baiknya jika diberikan informasi cara belajar yang baik di SMP bagi peserta didik baru. "Adik-adik siswa baru dalam menjalankan MOS alangkah baiknya diberikan informasi cara belajar yang baik, karena mereka baru saja lulus dari SD, dan mereka perlu tau cara belajar yang baik di SMP," ujarnya.

Ciptakan budaya yang santun dan sopan, berbudi halus, sikap toleran dan tepaseliro. Hentikan bentuk kekerasan apapun, baik dilingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pendidikan kita harus mampu melahirkan manusia-manusia yang berbudaya, berbudi, bermoral, berakhlak. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti yang mendidik kehalusan, sopan santun, menghargai yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, menghormati hak-hak asasi, harus diterapkan dalam kurikulum pendidikan yang lebih bersifat responsif dan aplikatif.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari kemendikbud.go.id)