Sosialisasi Lapor Diri bagi Mahasiswa Indonesia di Belanda

23 September 2011 Berita Pendidikan


DEN HAAG - Sekitar 50 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Universitas Tilburg, Belanda, Kamis (22/9/2011) malam, mengikuti sosialisasi lapor diri. Sosialisasi tersebut diprakarsai atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Belanda, Ramon Mohandas, sebagai upaya perlindungan dan pelayanan kepada mahasiswa asal Indonesia yang studi di negeri "Kincir Angin" tersebut.

Sosialisasi tersebut menampilkan pejabat bidang konsuler/protokoler KBRI di Belanda, Imam Asyhari, dan atase Imigirasi KBRI di Belanda, Sarno Wijaya.

Di hadapan para mahasiswa, Imam menjelaskan, lapor diri bertujuan mendata warga negara Indonesia (WNI), termasuk mahasiswa, yang tengah berada di luar negeri, baik untuk keperluan studi maupun untuk keperluan bekerja dan menetap sementara.

Hal ini sekaligus mengantisipasi masalah-masalah keimigrasian yang menyulitkan WNI bersangkutan atau pihak KBRI sendiri jika terjadi kasus pelanggaran hukum, termasuk jika mengalami masalah-masalah sosial dan keimigrasian. Sudah menjadi tugas pihak konsuler di KBRI untuk mendampingi WNI yang menghadapi masalah keimigrasian dan masalah sosial yang melibatkan institusi negara yang di sekitarnya.

Sebagai contoh, Imam mengisahkan, pernah ada WNI di Belanda yang sedang dilanda penyakit stres, tanpa disadari terdampar hingga di sebuah kawasan pantai di Barcelona, Madrid. Semua dokumen kependudukannya hilang, termasuk paspor. Untunglah, atas sebuah nomor telepon yang dihapalnya, akhirnya petugas dari KBRI bisa mempertemukan kembali yang bersangkutan dengan keluarganya.

Contoh lain, seorang mahasiswa di Belanda pernah diculik sebuah sindikat narkoba. Korban disekap beberapa hari sebelum kemudian ditemukan telantar di Paris. Nyaris saja korban diperdagangkan.

"Kasus-kasus yang begitu tentu saja tidak kita harapkan terjadi dan menimpa mahasiswa asal Indonesia. Namun, sebagai antisipasi, alangkah baiknya jika semua data keimigrasian mahasiswa terdata di KBRI," ujar Imam, seperti dilaporkan wartawan Kompas Nasrullah Nara dari Den Haag, Belanda.

Sarno Wijaya menegaskan, lapor diri memiliki aspek yuridis. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Kependudukan mewajibkan setiap warga negara memiliki identitas diri yang jelas dan terdata walaupun sedang bepergian ataupun sudah kembali domisili semula di Tanah Air. Lapor diri bagi WNI di luar negeri juga terkait dengan pemenuhan hak-hak politik, termasuk penyaluran hak suara saat pemilihan umum.

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tilburg M Aditya Witantra menyebutkan, jumlah mahasiswa asal Indonesia di Tilburg naik pesat, dari sekitar 20 tahun 2010 menjadi sekitar 50 tahun 2011. Mereka rata-rata mengambil program sarjana dan magister pada sejumlah bidang ilmu, seperti Manajemen, Ekonomi, Komunikasi, dan Desain Grafis.

Adapun secara umum, menurut Ramon Mohandas, jumlah mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Belanda saat ini sekitar 1.450. Itu belum termasuk mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia kelahiran Belanda.

Sumber: kompas.com