Berita Pendidikan
30 Maret 2010

Soal UN Tertukar

Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMP di Kota Yogyakarta diwarnai kesalahan pemasukan naskah soal pada amplop.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsuri kesalahan pengepakan soal ini terjadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, pada sampul soal tertulis mata pelajaran Bahasa Inggris. Walaupun tidak mengganggu pelaksanaan UN, namun hal ini cukup membuat panik pengurus UN. Hari ini memang ditemukan lagi sampul soal berbeda dengan isinya. Di amplop tertulis Bahasa Inggris tapi isinya Bahasa Indonesia. Tapi karena memang yang diujikan Bahasa Indonesia jadi tidak menjadi persoalan.Pelaksanaan pun berjalan normal dan tidak mengalami kemunduran waktu,ujarnya.

Dia menerangkan, kesalahan ini terjadi di SMP 2 Yogyakarta, SMP Imakulata Yogyakarta, dan SMP Islam Yogyakarta. Menanggapi masalah ini,Syamsuri sangat menyayangkan cara penanganan pihak percetakan terhadap UN tahun ini. Kalau seperti ini kan berarti mereka mengulang kembali kesalahan sewaktu menangani pelaksanaan UN tingkat SMA dan SMK. Tapi hal ini sudah saya laporkan ke pihak provinsi agar segera diselesaikan, ungkapnya. Menurutnya, kesalahan semacam ini bisa mengganggu konsentrasi siswa peserta UN. Dan pihak provinsi harus memberi perhatian serius dan segera mendesak pihak percetakan untuk memperbaiki kinerja SDM-nya agar tidak terulang. Apalagi Mei mendatang masih ada UN tingkat SD. Untuk tahun ini, peserta UN SMP mencapai 8214 siswa.

Sementara itu,Koordinator UN Kota Yogyakarta, Senawi membenarkan adanya temuan kesalahan pengepakan soal. Dia menambahkan, selain hal di atas ada pula ditemukan delapan eksemplar soal Bahasa Inggris yang bercampur dengan soal Bahasa Indonesia di dalam amplop Bahasa Indonesia. Kejadiannya, sewaktu soal dibagikan pada siswa,ternyata ada beberapa soal Bahasa Inggris yang terselip di antara soal Bahasa Indonesia. Begitu hal ini disadari pengawas, soal-soal tersebut langsung dikumpulkan kembali,katanya. Menurutnya,ketika dibagikan, siswa belum sempat memegang soal sehingga dapat dipastikan tidak terjadi kebocoran soal Bahasa Inggris yang seharusnya diujikan besok. Hal ini sudah dikonfirmasikan langsung pada pengurus sekolah.Kejadian itu terjadi di lima sekolah di Kota Yogyakarta,dengan rincian dua sekolah swasta dan tiga sekolah negeri.

Kami sudah mengklarifikasi hal ini dengan TPI yang bertugas di sekolah-sekolah itu. Dan mereka sudah memberikan jaminan soal belum ada yang membuka. Hal ini terjadi dikarenakan kinerja percetakan yang kurang profesional, terangnya. Sementara itu Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan semua bentuk kecurangan dalam pelaksanaan UN.Dia menyatakan bahwa pelanggaran berat dalam UN akan dikenai sanksi keras.Namun,jika pelanggarannya ringan, tetap disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

Kecurangan-kecurangan itu akan ditindaklanjuti.Tetapi jangan sampai kecurangan itu seakanakan membuyarkan semua pelaksanaan UN.Meskipun baik,seakanakan tidak ada artinya semua, katanya usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMPN 19 Jakarta,kemarin. Sementara peserta UN yang ketahuan menyontek akan diberikan kesempatan kedua untuk mengikuti ujian susulan.M Nuh menjelaskan, jika peserta ujian tersebut terbukti menyontek di dalam ruangan, sudah pasti mata pelajaran yang diiikuti siswa tersebut tidak akan lulus.Namun, siswa tersebut tidak perlu mengulang pada tahun berikutnya karena pada ujian ulangan siswa yang terbukti mencontek tersebut boleh ikut. Ujian ulangan akan dilaksanakan pada 17-20 Mei.

Para pengawas pun harus memberikan peringatan jika melihat tanda-tanda anak ingin menyontek, tandasnya. Awalnya, ujian susulan diberikan kepada anak yang sakit ataupun tidak lulus karena nilainya tidak memenuhi standar minimal kelulusan. Akan tetapi, walaupun diberikan kompensasi di ujian susulan, Mendiknas mengharapkan semua peserta ujian untuk mengedepankan prinsip kejujuran dalam ujian akhir yang diselenggarakan secara nasional ini. Sementara bagi oknum yang membuat kekacauan dengan menyebarkan kunci jawaban ataupun kecurangan lainnya akan diproses secara hukum. Menurut dia, pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana karena soal ujian merupakan dokumen rahasia yang dilindungi negara. Kemarin, Mendiknas melakukan sidak ke SMP 19, Jakarta Selatan.

Sidak dimulai pada pukul 5.20 WIB. Sidak dilakukan untuk memantau persiapan pelaksanaan UN. Sidak berjalan lancar.Pembagian naskah UN dimulai tepat pukul 5.30 WIB.Panitia UN membagikan naskah-naskah tersebut kepada sekolah-sekolah penyelenggara, yang didampingi dua orang tim pemantau independen (TPI). Naskah soal yang dibutuhkan diambil dari gudang.Persiapan Insya Allah lancar. Naskah-naskah itu akan di bawa ke sekolah pukul setengah enam. Kita tidak ingin soal itu tinggal di sekolah terlalu lama karena setiap tinggal itu memiliki potensi untuk dilakukan kecurangan,katanya. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama kemarin adalah Bahasa Indonesia. Ujian dimulai tepat pukul 8.00 WIB.

Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional bidang Komunikasi Media Sukemi menyatakan,UN SMP pada hari pertama ini berlangsung aman. Kalau saat UN SMA minggu lalu, laporan banyak yang masuk saat posko pengaduan dibuka Sabtu. Kalau UN SMP bahkan hingga Senin siang ini tidak ada laporan yang masuk, jelasnya. Sukemi menjelaskan, prosesi UN SMP memang sederhana dibandingkan UN SMA.Pasalnya,dalam empat hari ujian hanya satu soal ujian yang diberikan dan bukan dua mata pelajaran seperti UN SMA.

Dengan satu soal itupun,soal tidak akan tertukar. Namun jika ada kerusakan ataupun tertukar, ujarnya,Kemendiknas akan cepat menindaklanjuti. (ratih keswara/ neneng zubaidah) Sumber: Seputar-Indonesia.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris