Soal UN Bocor, Wapres JK Pastikan Pelaksanaan UN Akan Diulang

18 April 2015 Berita Pendidikan


Pelaksanaan Ujian Nasional yang digelar 13-15 April kemarin tak luput dari tindak kecurangan. Layaknya tradisi, dari tahun ke tahun ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab membocorkan soal yang notabene-nya merupakan dokumen negara yang bersifat rahasia.

Berawal dari laporan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang menerima sejumlah aduan tentang bocornya soal ujian nasional di Internet, UN tahun ini bisa dibilang bocor. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa pemerintah pasti akan melakukan Ujian Nasional (UN) ulang, menyusul terjadinya kebocoran soal ujian. Dikatakan, soal ujian tersebut bisa diunduh para pengguna komputer dari dunia maya karena diunggah dari akun Google Drive dalam format PDF.

Akan tetapi JK menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian ulang tersebut tidak dilakukan di semua sekolah, melainkan hanya sekolah yang ditengarai menggunakan bocoran soal ujian tersebut.

"Jika memang ada dampaknya di suatu daerah, maka di daerah itu atau sekolah yang kena diuji lagi. Tetapi, tidak semua sekolah," ujar JK di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (16/4).

Kini penelurusan dilakukan guna mengetahui sekolah mana yang menggunakan atau memanfaatkan bocoran soal tersebut sehingga, sekolah tersebut akan melakukan ujian ulang.

"Saya suruh instruksikan untuk meneliti sejauh mana dampak kejahatan itu yang dibuat oleh seorang pegawai percetakan," ujar JK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan sudah menjanjikan penelusuran tersebut akan selesai dalam waktu dua hari sehingga ujian ulang dapat segera dilakukan.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)