Soal Pendidikan Inklusi, Ranking Indonesia Merosot Terus...

1 Desember 2009 Berita Pendidikan


Menurut data UNESCO tahun 2009, ranking Indonesia dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus atau ABK terus mengalami kemerosotan.

Pada 2007, ranking Indonesia berada di urutan ke-58 dari 130 negara, sedangkan pada 2008 turun ke ranking ke-63 dari 130 negara. Pada 2009, ranking Indonesia bahkan kian merosot hingga di peringkat ke-71 dari 129 negara.

"Itu karena jumlah ABK di Indonesia masih sedikit yang terdaftar di sekolah," ujar Manajer Program Nasional Helen Keller International-Indonesia (HKI) Emillia Kristiyani dalam Pertemuan Nasional para Pemegang Kebijakan dalam Pendidikan Inklusi terkait program Opportunities for Vurnerable Children (OVC) yang diselenggarakan oleh Helen Keller International (HKI) Indonesia di Jakarta, Senin (30/11).

Memang, menurut Emillia, Indonesia sejauh ini tergolong mengalami kemajuan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Hanya, kemajuan itu belum menasional dan tidak menyeluruh karena pendidikan inklusi masih bersifat parsial.

"Masih dibutuhkan lagi kerja sama yang lebih erat di antara para stakeholder. Untuk itu, harus didahului dengan political will dari mereka untuk menjadikan pendidikan inklusi benar-benar sebagai perhatian nasional," ujarnya.

LTF/Editor: latief
Sumber: Kompas.Com