SMP di Depok Belum Terima Dana BOS Buku

25 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum mengirimkan bantuan operasional sekolah (BOS) buku ke sekolah-sekolah SMP di Kota Depok. Padahal, kegiatan belajar mengajar telah berjalan sejak pertengahan Juli 2009 lalu.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Depok, Erwan Supriadi Wanto menuturkan untuk tahun ajaran sekarang, sekolahnya belum menerima sama sekali dana buku BOS dari Pemprov Jabar.

Erwan menuturkan, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sekolahnya terpaksa menggunakan buku-buku tahun ajaran lalu. Misalnya buku Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan PPKN. ''Semua buku tersebut adalah cetakan tahun 2008, namun sampai saat ini masih dapat digunakan'' katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/8).

Erwan menambahkan, jumlah buku yang ada saat ini masih dirasa kurang. Karena, jumlah murid SMPN 1 mencapai 920 siswa. ''Biasanya satu buku digunakan dua siswa sekaligus. Mereka menggunakan secara bergantian,'' ucapnya.

Idealnya, lanjut Erwan, setiap sekolah hendaknya memiliki buku pelajaran utama sebanyak jumlah muridnya. Jadi, setiap murid dapat membawa pulang buku tersebut agar dapat mengulang pelajaran yang diberikan guru. ''Saat ini kami memiliki buku sebanyak 4500 buku atau 50 persennya. Kami berharap bisa memenuhi semuanya,'' jelasnya.

Erman mengatakan, pengalaman tahun lalu biasanya BOS buku diberikan pertengahan semester. ''Kami masih tetap menunggu hingga saat ini,'' tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Kasih Depok, Nikodemus mengaku hingga kini belum memperoleh buku BOS. Namun, kata dia, tahun lalu pihaknya juga hanya menggunakan dana BOS buku untuk membeli buku IPA dan PPKN. ''Kami hanya memperoleh dua buku pelajaran tersebut. Buku itu kami pinjamkan ke para siswa,'' paparnya.

Di sisi lain guru SDN Depok 3, Aden Suraden, mengakui kalau sekarang sekolahnya telah mendapat BOS buku jenis IPA, Bahasa Indonesia, dan PPKN. Namun, untuk buku Matematika kelas III dan IPS sampai saat ini belum sampai. ''Sebelum BOS buku datang proses belajar mengajar mengalami sedikit hambatan. Namun, saat ini semua itu telah teratasi,'' imbuhnya.

Kekurangan buku tersebut, lanjut Aden, diharapkan segera dipenuhi oleh pihak terkait. "IPS dan Matematika merupakan pelajaran pokok jadi harusnya dapat diprioritaskan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum Dikdas, Dinas Pendidikan Kota Depok, Ade Sarda, menjelaskan BOS buku untuk SD telah sampai di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Beji, Kecamatan Cimanggis, dan Kecamatan Limo. "BOS buku telah sampai di kecamatan Beji, Limo dan Cimanggis," katanya.

Ade menuturkan untuk BOS buku SMP hingga kini memang belum terlihat sama sekali. Semuanya diserahkan ke unit pelaksana teknis (UPT) kecamatan. ''Disdik sama sekali tidak tahu menahu mengenai penyalurannya karena BOS buku langsung ditangani provinsi. Sehingga, setiap buku yang dicetak dari percetakan langsung diberikan ke sekolah,'' tandasnya. c03/eye

Sumber: Republika Online (republika.co.id)