SMK Terbuka Mulai Tahun 2010, Relatif Lebih Murah

1 September 2009 Berita Pendidikan


Departemen Pendidikan Nasional mulai menyelenggarakan sekolah menengah kejuruan terbuka pada tahun ajaran 2010. SMK terbuka tersebut terutama untuk melayani anak dengan kondisi khusus, misalnya, anak yang bersekolah sambil bekerja.
Program yang akan dibuka terutama yang minim alat sehingga biaya lebih murah, seperti bisnis manajemen dan teknik komputer jaringan yang relatif tidak mahal, ujar Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno, Senin (31/8).

SMK terbuka tersebut akan berada di bawah naungan sekolah induk, yakni SMK negeri terdekat. Murid akan belajar di lokasi tutorial dan dalam waktu yang ditentukan, belajar ke sekolah induk, terutama untuk praktik.

Lokasi tutorial akan dipilih wilayah yang terdapat banyak peserta SMP terbuka, kata Joko Sutrisno.

Saat ini, terdapat sekitar 300.000 peserta SMP terbuka dan sekitar 60.000 anak duduk di kelas tiga. Mereka menjadi target untuk dapat melanjutkan ke SMK terbuka. Keberadaan SMK terbuka diharapkan dapat meningkatkan rasio SMK dibandingkan dengan SMA.

Joko mengatakan, SMK diharapkan ikut berperan dalam mendukung pembangunan industri kreatif, terutama di 14 bidang industri kreatif yang akan dikembangkan. Ke-14 bidang itu adalah arsitektur, periklanan, kerajinan, desain, film, video, fotografi, permainan interaktif, musik, pertunjukan, pasar seni, penerbitan dan percetakan, fashion, serta radio dan televisi.

Saat ini, dari 7.800 SMK yang ada di Tanah Air, ada 12 bidang industri kreatif yang tersebar di 4.800 SMK dalam bentuk program keahlian. SMK diminta memberikan pembelajaran bisnis dalam bidang-bidang kreatif tersebut.

Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S

Sumber: Kompas Cetak (kompas.com)