SMK Ini Bikin Pembangkit Listrik Hibrid

17 Mei 2010 Berita Pendidikan


SMKN 1 Balikpapan membuat pembangkit listrik alternatif hibrid dengan memanfaatkan tenaga angin dan matahari. Temuan itu rencananya dijadikan proyek percontohan oleh pemerintah untuk diterapkan di daerah pinggiran atau belum terjangkau sarana penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Ada dua tenaga yang dimanfaatkan dari pembangkit alternatif hibrid itu yakni tenaga matahari dan tenaga angin," kata Kepala Kejuruan Elektronik SMKN 1 Balikpapan Sayom di Balikpapan, Jumat (14/5/2010).

Temuan tersebut mendapat apresiasi dari Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid, yang rencana akan menjadikan proyek percontohan untuk diterapkan terutama di daerah-daerah pinggiran atau kawasan yang belum terjangkau sarana penerangan listrik PLN.

"Kami memanfaatkan tenaga matahari menjadi listrik, seperti diketahui di Balikpapan kendati hujan tidak dapat diprediksi, namun sinar matahari yang diterima cukup banyak dengan angin yang cukup kencang," ujarnya.

Maka, kata dia, untuk mewujudkan pembangkit listrik alternatif hibrid itu, SMKN 1 mencari bahan tentang pembangkit ini di internet dan langsung mengaplikasikannya di sekolah.

Dikatakannya, pembangkit alternatif itu mampu menghasilkan daya sebesar 800-1.000 watt dan mampu menyimpan selama 8-10 jam. "Lamanya penyimpanan tergantung baterai yang kita pakai, jika kemampuannya lebih besar, bisa tahan lebih lama, bila dijual harga pembangkit ini sekitar Rp 20 juta," ujarnya.

Pembangkit listrik yang dibuat oleh SMKN 1 merupakan teknologi ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan sebagai tenaga alternatif pengganti listrik dari PLN dan genset. Apalagi, Balikpapan termasuk daerah yang kerapkali terjadi pemadaman listrik PLN.

"Saya mengusulkan agar pembangkit listrik alternatif ini menjadi proyek percontohan dan dapat diterapkan pada salah satu pemukiman di pesisir atau pemukiman warga yang kurang mampu di Balikpapan," kata Imdaad.

Walikota mengharapkan ada dibuat tim untuk mengkaji rencana tersebut terlebih dahulu, karena dapat membantu pemerintah dalam mengurangi subsidi listrik di Balikpapan. "Saya perkirakan ini bisa menghemat sekitar Rp 1.300 per rumah yang menggunakan pembangkit alternatif ini, jika dikalikan banyaknya rumah yang menggunakan, dan dalam jangka waktu yang lama, maka sangat membantu," kata Imdaad.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: Ant (kompas.com)