SLTA Negeri Unggul di Kompetisi

10 Mei 2010 Berita Pendidikan


Enam sekolah lanjutan tingkat atas negeri meraih semua penghargaan dari lima mata pelajaran dalam Kompetisi Ilmiah dan Seminar Sains di Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/5/2010).
Kompetisi berupa menjawab soal-soal dengan tingkat kesulitan olimpiade sains dalam waktu terbatas itu diikuti 1.980 siswa sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan SLTA. Kompetisi itu hasil kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unmul.

Enam sekolah dari Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara ini tidak menyisakan satupun penghargaan Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Komputer untuk sekolah swasta .

Dalam kategori SLTA, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Balikpapan menjadi juara umum. Delapan siswanya menjadi juara satu dan dua Matematika, juara satu, dua, dan tiga Biologi, juara satu dan dua Komputer, dan juara dua Kimia. Selanjutnya ialah Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda. Dua siswanya meraih juara satu Fisika dan juara tiga Matematika.

Berikutnya adalah SMA Negeri 1 Tenggarong (Kabupaten Kutai Kartanegara) yang cuma menyabet juara 1 Kimia. Dua siswa SMA Negeri 1 Samarinda meraih juara tiga Fisika dan juara tiga Kimia. SMA Negeri 10 Melati Plus Samarinda cuma bisa meraih juara dua Fisika. SMA Negeri 1 Bontang mendapat juara tiga Komputer.

Ketua panitia Supriyanto memaparkan, untuk SLTP yang dilombakan adalah Matematika, Fisika, dan Biologi. Juara umumnya adalah Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra Bontang. Empat siswanya meraih juara satu dan dua Biologi, juara dua Matematika, dan juara tiga Fisika.

Untuk kategori SD yang dilombakan adalah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tidak ada satu sekolah yang dominan sehingga juara umum tidak bisa ditentukan meskipun para juara dikuasai oleh Samarinda. Juara satu Matematika adalah SD Kemala Bhayangkari. Juara satu IPA adalah SD Katolik Santo Fransiskus Asisi.

Asisten Manager External Relation Pertamina Region VI Kalimantan Bambang Irianto mengatakan, kompetisi itu baru sekali dilaksanakan dan dimulai di Kaltim. "Kami mempertimbangkan untuk mengadakannya secara rutin dan dalam skala lebih luas yaitu nasional," katanya.

Koordinator Teknologi Informasi SMA Negeri 1 Balikpapan Nafik Doni Agustan menyambut baik wacana Pertamina itu apabila bisa diwujudkan. Kompetisi dengan model soal olimpiade sains patut digelar lebih sering sehingga memunculkan siswa-siswa yang potensial untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional. Tipe soal olimpiade lebih aplikatif sehingga memaksa guru untuk kreatif dan inovatif serta siswa lebih banyak di lapangan guna memahami persoalan dan selanjutnya bereksperimen di laboratorium, katanya.

sumber: kompas.com