Siswa TK-SD Akan Dapat Makanan Tambahan

12 Agustus 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Untuk meningkatkan kesehatan siswa taman kanak-kanak hingga sekolah dasar di daerah terpencil, terdepan, terluar hingga perbatasan, pemerintah, program pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) bagi siswa TK-SD siap kembali diluncurkan, Jumat (13/8/2010).

Dengan dana sebesar Rp 216 miliar, pemerintah menargetkan sebanyak 2 juta siswa TK-SD bisa mendapatkan makanan tambahan yang dikelola melalui sekolah masing-masing.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh kepada Kompas di Jakarta, Rabu (11/8/2010) sore. "Ya, nanti, Jumat besok, kita luncurkan resmi. Sasarannya siswa TK-SD sebanyak 2 juta siswa yang ada di daerah terpencil, terdepan, terluar hingga perbatasan," tandas Nuh.

Menurut Nuh, program tersebut diusulkan kembali oleh pemerintah kepada DPR pada April lalu. Program PMTAS bagi siswa TK-SD tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesehatan siswa. Terutama siswa di daerah terpencil, terdepan, terluar, dan perbatasan. "Dengan status gizi yang baik, hal itu akan menjadi investasi penting untuk membangun sumber daya manusia kita,'' kata Nuh.

Mendiknas menambahkan, makanan tambahan tersebut menurut rencana akan diberikan beberapa kali dalam seminggu selama enam bulan yang diatur oleh masing-masing sekolah. Makanan itu harus memenuhi kriteria gizi dan mengandung 200 hingga 300 kalori dan 5-7 gram protein. "Rencananya, setiap siswa mendapatkan makanan tambahan senilai Rp 2.500-Rp 7.000 per siswa," lanjutnya.

Setiap sekolah di daerah diharapkan dapat memberikan makanan tambahan yang menjadi khas atau potensi di daerah di mana sekolah itu berada. "Supaya dapat menggerakan ekonomi di daerah tersebut, kita harapkan juga pemanfaatan makan khas daerah yang bergisi serta belanja makanan tambahan itu dapat dilakukan sendiri oleh sekolah masing-masing," jelas Nuh.

"Pemerintah akan mentransfer dananya ke masing-masing sekolah dan sekolah yang membelanjakannya sendiri," tambah Nuh.

Dalam catatan Kompas, progam tersebut pernah dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Soeharto melalui Intruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 1997, yakni program makanan tambahan anak sekolah.

Sumber: edukasi.kompas.com