Siswa SMKN 26 Jakarta Produksi Laptop

24 Mei 2010 Berita Pendidikan


Prestasi membanggakan kembali diraih siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal DKI Jakarta. Ya, setelah baru-baru ini siswa SMKN 4 yang beralamat di Jalan Rorotan VI, Cilincing, Jakarta Utara mampu memproduksi sepeda motor lokal, kini giliran pelajar SMKN 26 yang terletak di Jalan Balai Pustaka Baru I, Rawamangun, Jakarta Timur mampu memproduksi laptop lokal dengan harga terjangkau. Bekerjasama dengan perusahaan pemasok suku cadang dan komponen komputer Advan, laptop tersebut diberi nama AdvanSMK seharga Rp 3 juta per unit.

Hasil rakitan laptop AdvanSMK merupakan bentuk Teaching Factory, yang berarti laptop tersebut dapat digunakan sebagai buku belajar elektronik yang memudahkan siswa sehingga tidak perlu lagi membawa buku pelajaran lantaran di dalam laptop tersebut telah berisi ratusan judul buku yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran.

Atas hasil karyanya yang membanggakan tersebut, laptop Advan SMK dipercaya Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai hadiah bagi siswa-siswa berprestasi dalam memperoleh nilai UN tertinggi untuk segala tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK yang diberikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepala Sekolah SMKN 26, Suharno mengatakan, pihaknya mendukung komitmen Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Jakarta dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK. Sebab para siswa di SMK akan berbekal keterampilan, yang tidak hanya berpeluang memasuki dunia kerja usai menamatkan pendidikannya, namun bisa juga menjadi wirausaha yang dapat menciptakan lapangan kerja serta menyerap banyak tenaga kerja.

Karena itu, lanjutnya, SMKN 26 bermitra dengan perusahaan Advan untuk memasok komponen dan suku cadang komputer. Kemudian suku cadang dan komponen tersebut dirakit oleh para siswa dalam jangka waktu 30 menit untuk satu unit laptop. Setelah laptop itu selesai dirakit, maka segera dipasangi program-program utama dan pendukung lainnya agar laptop bisa digunakan dan tak kalah kualitasnya dengan laptop-laptop buatan produsen luar negeri.

Jadi dalam pembuatan laptop, siswa tidak hanya belajar untuk merakit, tetapi juga belajar memprogramkan isi laptop serta memperbaikinya jika rusak, kata Suharsono di Jakarta, Minggu (23/5).

Untuk pemasaran, Suharsono mengatakan laptop tersebut masih dipasarkan dilingkungan sekolah sendiri, namun tidak tertutup kemungkinan laptop buatan SMKN 26 ini akan dipasarkan untuk kalangan umum. Ditargetkan, seluruh siswa di SMKN 26 bisa menggunakan laptop guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Paling tidak, satu guru dan satu siswa masing-masing memiliki satu laptop. Karena didalam laptop tersebut juga dilengkapi perpustakan digital yang berisi 195 judul buku.

Sekarang, baru siswa jurusan teknik komputer jaringan saja yang memiliki satu laptop satu siswa. Kami sedang mengarah ke satu siswa satu laptop. Untuk siswa dan guru bisa membelinya dengan cara kredit seharga Rp 3 juta per unit, ujarnya.

Tidak hanya itu, kedepan, para siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan SMKN 26 juga akan merakit laptop dengan harga Rp 2,7 juta per unit. Rencananya, laptop ini akan dilemparkan ke pasaran umum untuk memenuhi kebutuhan para pelajar diseluruh DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto menegaskan, kualitas pendidikan SMK di DKI Jakarta semakin meningkat, bahkan cenderung diatas rata-rata dari daerah lainnya di Indonesia. Buktinya, pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2010 di Kemayoran, Jakarta Pusat, dari 45 nomor lomba yang diikuti, para pelajar SMK di DKI Jakarta berhasil meraih Juara Umum dengan mengumpulkan 31 medali, terdiri dari 18 emas, 10 perak dan 3 perunggu.

Dengan prestasi tersebut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan terus meningkatkan keunggulan SMK dengan berorientasi pada keterampilan yang memenuhi kebutuhan dunia kerja. Tidak hanya itu, kami ingin nantinya siswa lulusan SMK juga memiliki sertifikasi internasional. Sehingga bisa jadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di negeri sendiri atau di luar negeri, kata Taufik Yudi.

Ia mencontohkan, seperti di SMKN 57, Jalan Taman Margasatwa, Jatipadang, Pasarminggu, Jakarta Selatan, yang memiliki sertifikasi internasional untuk jurusan Cooking (memasak). Bahkan ada salah satu siswa sekolah tersebut sudah diminta untuk bekerja disebuah perusahaan besar di Australia setelah lulus sekolah. Siswa itu akan bekerja dengan gaji sebesar 30 ribu dollar Australia per tahun.

sumber: beritajakarta.com