Siswa Putus Sekolah Perlu Dibina Kecakapan Hidupnya

11 Januari 2010 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA, KOMPAS.com Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akan menyelenggarakan program kecakapan hidup. Sebuah program yang memberikan kesempatan bagi 100 peserta didik untuk memperoleh pelatihan sistem manufaktur terpadu.

Ketua Penyelenggara Program Kecakapan Hidup UII Toni Isbandi di Yogyakarta, Jumat (8/1/2010), mengatakan, 100 peserta didik program ini akan mendapat pelatihan keterampilan pengelasan, seperti las listrik, karbit, dan argon; pembubutan seperti bubut logam; dan milling atau pengolahan bahan logam. Dengan begitu, menurut dia, peserta didik akan memiliki kompetensi yang memadai dalam merebut peluang kerja ataupun menciptakan peluang kerja secara mandiri.

Toni mengatakan, sasaran program ini adalahkelompok usia produktif (18-32 tahun) dan belum memiliki keterampilan atau kecakapan hidup yang dapat dijadikan bekal mencari nafkah. Selain itu, peserta didik yang diharapkan berpartisipasi berasal dari keluarga miskin yang tidak sedang sekolah dan tidak bekerja. Peserta yang juga diutamakan adalah siswa putus sekolah, minimal pada jenjang SMP dan berdomisili di sekitar kampus UII, yakni di wilayah Kecamatan Ngaglik dan Depok, Kabupaten Sleman.

"Para peserta akan mengikuti pelatihan selama dua bulan dengan perhitungan waktu pelatihan per hari minimal dua jam," ujar Toni.

Dia bilang, selama proses pelatihan itu para peserta akan dididik dalam sistem pembelajaran yang dikembangkan dengan mengacu pada pembelajaran aktif didukung instruktur berlatar belakang asisten dosen dan asisten praktikum industri di laboratorium Fakultas Teknik Industri (FTI) UII.

Selain itu, mereka juga diikutsertakan magang selama dua minggu dan diuji kompetensinya. Pada tahap akhir, peserta akan dilepas agar menjadi wirausahawan mandiri dengan bantuan permodalan selama sepekan.

"Dengan pelaksanaan program itu, kami berharap masyarakat perkotaan yang kurang mampu di usia produktifnya dapat memiliki kompetensi sehingga mampu merebut peluang kerja," ujarnya.

sumber: kompas.com