Siswa Putus Sekolah Meningkat

2 September 2009 Berita Pendidikan


KALIWIRU - Jumlah warga belajar di Kota Semarang, pada setiap jenjang pendidikan masih mengalami kekurangan atau minus. Salah satu penyebabnya, diindikasi karena tingginya angka drop out (putus sekolah) yang terjadi setiap tahunnya.

Dari data yang ada di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, angka drop out didominasi oleh para pendatang. Kepala Bidang Pendidikan Formal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Semarang, Purwandi, mengatakan, jumlah peserta didik Drop Out pada tahun ajaran 2008/2009 untuk SD mencapai 57 anak, SMP 104 anak, SMA/ MA 33 anak dan SMK 54 anak.

"Padahal jumlah warga belajar masih mengalami kekurangan pada setiap jenjangnya, " kata Purwandi.

Dia memaparkan, jumlah daya tampung untuk tingkat SMP sebanyak 25.718 kursi, sementara lulusan SD di Kota Semarang hanya sebanyak 23.392. Dan biasanya, sisa kursi diisi oleh pendaftar dari luar kota. Kondisi yang sama juga terjadi pada tingkat SMP/ sederajat di Kota Semarang.

Data terakhir mencatat, potensi kelulusan SMP/sederajat mencapai 23.644 orang, sementara jumlah kursi di SMA/MA/SMK sederajat 24.159. Sehingga, masih ada kelebihan kursi. "Jadi jelas, semua lulusan SD atau SMA tertampung. Tetapi pada kenyataanyya masih ada dan kemungkinan besar adalah para pendatang," terangnya.

Faktor
Dijelaskan oleh Purwandi bahwa, salah satu faktor yang melatarbelakangi besarnya angka DO pada para pendatang, disebabkan rendahnya tingkat pendidikan orang tua siswa, sehingga tak memerhatikan kelengkapan administrasi saat pindah ke luar Semarang.

"Yang paling banyak adalah dari pendatang yang masih usia sekolah, mereka datang ke Semarang untuk bekarja dan bukan belajar," tambah Purwandi

Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai administrasi saat pindah sekolah itulah yang menjadi salah satu faktor, masih banyaknya jumlah peserta didik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang menyelenggarakan pendidikan kejar paket A, B, maupun C.

Berdasarkan data yang dimilikinya, warga belajar yang tercatat di 37 PKBM saat ini jumlahnya mencapai 3.848 orang yang terdiri dari Kelompok Belajar Paket A 413 orang, Paket B 1.591 orang dan Paket C 1.844 orang. mun-Ks

Sumber: wawasandigital.com