Siswa Lebih Pilih Kawin Daripada Ikut UN

20 April 2011 Berita Pendidikan


SUMBAWA BARAT - Sebanyak 21 siswa di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga hari kedua tidak mengikuti ujian nasional (UN) untuk menentukan kelulusan sekolah.

"Siswa tidak ikut itu terdiri dari 13 siswa SMK dan delapan siswa SMA/MA, mengundurkan diri karena ada sudah kawin dan atau ikut ujian Paket C," kata Kepala Dinas Dikpora, Sumbawa Barat, H Nurdin, di Taliwang, Sumbawa Barat, Selasa (19/4/2011).

Panitia penyelenggara UN sudah melakukan upaya penjemputan ke rumah siswa, tetapi siswa yang sudah terdaftar menjadi peserta UN itu lebih memilih mundur meskipun pemerintah memberikan kesempatan untuk tetap mengikuti ujian.

Panitia penyelenggara UN tidak bisa memaksa siswa ikut UN meskipun sudah terdaftar menjadi peserta. Namun, pihaknya sangat berharap agar siswa yang mengundurkan diri bisa ikut ujian persamaan Paket C untuk memperoleh ijazah setara dengan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).

Nurdin, didampingi Kepala Seksi Kurikulum, Dikpora Sumbawa Barat, Awaluddin, mengatakan pelaksanaan UN hingga hari kedua tetap berjalan lancar dan tidak ditemukan masalah berarti.

"Naskah soal tidak ada masalah. Distribusi naskah soal dari polsek ke sekolah-sekolah juga lancar. Pelanggaran juga belum ada laporan. Para pengawas UN melakukan tugasnya secara ketat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, kata dia, bertekad meningkatkan persentase kelulusan SMA/MA dan SMK, dibandingkan tahun lalu mencapai sekitar 80 persen lebih.

Upaya yang sudah dilakukan untuk mewujudkan target itu dengan mengadakan try out atau uji coba menjawab soal-soal mata pelajaran yang akan diuji dalam UN selama tiga kali.

Uji coba itu dilakukan bekerja sama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar dari Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, kata dia, dengan memperkaya pemahaman guru-guru senior yang mengajar mata pelajaran yang diujikan dalam UN, tentang penyusunan kisi-kisi soal UN.

"Siswa yang tidak lulus UN tahun lalu karena nilai mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika di bawah standar. Sebab itu, melalui try out dan pengayaan bagi guru senior, kami berharap angka kelulusan tahun ini kalau bisa 100 persen," katanya.

Sumber: komapas.com