Siswa Belum Bayaran, Sekolah Tak Boleh Tahan Ijazah

3 Mei 2016 Berita Pendidikan


Di daerah Gunung Kidul, beberapa sekolah menahan ijazah muridnya. Penahanan tersebut terkait belum lunasnya pembayaran uang sekolah. Menurut Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rosyid, kasus ini tidak hanya terjadi sekali.

Menangani hal ini, dinas sudah melarang kasus penahanan ijazah ini pada setiap sekolah. Bahron meminta agar kasus ini dapat disikapi dengan adil. Kedua pihak, baik sekolah maupun orang tua, perlu bekerjasama agar kasus ini tidak terjadi lagi. Jika orangtua murid tidak dapat membayar, perlu dicari solusinya.

"Ijazah itu penting, sehingga jangan sampai ditahan kasihan anak-anak," pungkas Bahron.

Bahron mengaku kasus penahanan ijazah masih ada di sejumlah sekolah, terutama sekolah swasta. Mengenai data, ia masih belum pasti berapa banyak ijazah yang tertahan.

Ketua DPRD Gunung Kidul Suharno menyayangkan jika sekolah menahan ijazah. Selain untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, ijazah penting untuk melamar pekerjaan. "Jangan sampai generasi muda terhambat untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan sekolah, kasihan," katanya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)