Singapura Keberatan Anak Jenius Sekolah di Malaysia

7 Januari 2010 Berita Pendidikan


SINGAPURA-Kementerian Pendidikan Singapura tengah merancang pola pendidikan bagi anak-anak jenius dan anak-anak berkebutuhan khusus. Juru bicara mereka Kementerian Pendidikan menyatakan dalam kasus Ainan Cawley, pihaknya tengah merancang pendidikan bagi Ainan yang "holistik dan mengarahkannya menjadi orang yang sukses ketika dewasa".

Hal itu terungkap dalam surat jawaban yang dikirim lembaga itu ke kantor berita Associated Press, Rabu. "Kami tengah merancang pendidikan secara individual untuk membantu Ainan," demikian bunyi surat itu.

Kementerian itu tidak menjawab secara spesifik keberatan orang tua Ainan yang menyebut keinginan mereka agar Ainan menjalani pendidikan di rumah (home schooling) pernah ditolak pemerintah. Begitu juga permintaan agar Ainan diberi akses untuk bisa memanfaatkan laboratorium kimia.

Mereka hanya menyayangkan keputusan Valentine Cawley, ayah Ainan, yang memasukkan anaknya ke sebuah perguruan tinggi di Malaysia. Ainan, menurut mereka, adalah aset yang harus "diolah" dengan semestinya.

Menanggapi surat itu, ayah Ainan menyatakan langkah itu tak berguna. "Dari awal mereka tak mengizinkan anak saya sekolah di tingkat yang lebih tinggi dari usianya," ujarnya. Ainan, katanya, disarankan untuk bersekolah dengan kurikulum normal. "Mereka hanya ingin otak Ainan tertidur," ujarnya.

Nama Ainan mulai mendunia saat tiga tahun lalu di usia tujuh tahun berhasil lulus dengan nilai tertinggi dalam ujian kimia untuk siswa SMA. Pada usia delapan tahun, ia mulai masuk Politeknik Kimia, dan pada usia sembilan tahun ia meraih nilai A untuk mata kuliah fisika dan kimia. Pada September 2008 ia mencatatkan namanya dalam rekor dunia mengingat, dengan kemampuan mengingat hingga 518 digit. n nst/tri Sumber: republika.co.id