Siang Ini, Tekun Siap Tanggapi Sikap Presiden Soal UN

22 Januari 2010 Berita Pendidikan


Tim Advokasi Korban Ujian Nasional atau Tekun pada Jumat (22/1/2010) siang ini akan menggelar pertemuan dan membuat pernyataan sikap untuk menanggapi sikap pemerintah (Presiden) terhadap putusan Mahkamah Agung soal ujian nasional.

Demikian disampaikan koordinator Education Forum (EF), Suparman, yang akan memfasilitasi pertemuan ini di Jakarta. "Kami serahkan semuanya kepada Tekun karena saat ini merekalah narasumber yang tepat terkait pernyataan Presiden, yaitu pernyataan yang menyangkut soal hukum pada putusan MA," ujar Suparman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan bahwa pelaksanaan UN tahun ini tidak akan melanggar keputusan MA beberapa waktu lalu. Pasalnya, pelaksanaan UN akan benar-benar dilaksanakan dengan penyempurnaan dan persiapan serta penggodokan yang sungguh-sungguh, tetapi tanpa mengurangi mutu pendidikan. Oleh karena itu, jika ada yang gagal, maka ujian ulangan bisa dilakukan.

Demikian pernyataan Presiden Yudhoyono dalam keterangan pers bersama seusai komunikasi politik dengan tujuh unsur pimpinan dan perwakilan lembaga negara dalam rapat konsultasi di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/1/2010).

Suparman mengatakan, Tekun akan menyampaikan pernyataan sikapnya bahwa pernyataan Presiden tersebut telah melanggar hukum. Menurutnya, hal itu berarti apa yang disampaikan Wamendiknas beberapa waktu lalu dan pernyataan SBY kali ini tidak menyiratkan adanya perubahan yang signifikan pada UN.

"Padahal, kalau mencermati putusan pengadilan mulai PN sampai MA, terlihat jelas bahwa ada perintah untuk melakukan perubahan pada UN, terlebih karena hal-hal yang memuat soal pelanggaran atas hak-hak anak," ujarnya.

Adapun selain EF dan Tekun, pertemuan tersebut juga akan dihadiri berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pelajar Tolak UN.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: Kompas.Com