Si "Kelas Bergengsi" Akan Dihapus?

14 Oktober 2014 Berita Pendidikan


Selama ini, kelas akselerasi menjadi rebutan masyarakat. Apa itu kelas akselerasi ? Kelas akselerasi merupakan kelas khusus dimana program belajar mengajarnya dibuat sedemikian rupa sehingga bisa membuat anak-anak dengan intelegensia, kreativitas, dan motivasi yang tinggi dalam mencapai prestasi maksimal sesuai dengan potensinya. Program belajar mengajarnya berlansung lebih pendek dari kelas umum, yaitu dipersingkat 1 tahun. Syarat dasar untuk masuk kelas akselerasi ini adalah IQ minimal 130 dengan berbagai prestasi, sedangkan IQ di atas 140 dapat langsung diterima.

Namun, seiring berjalannya waktu, kelas akselerasi dinilai memiliki kekurangan. Untuk itu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menghapus kelas akselerasi.

Menurut Abdullah Alkaff, Staf Ahli Mendikbud Bidang Organisasi dan Manajement, Kemendikbud memiliki alasan khusus dalam rencana menghapuskan kelas akselerasi. Selama ini, kelas akselerasi menampung siswa yang hanya pandai dalam beberapa mata pelajaran. "Ambil contoh, siswa itu hanya pandai di matematika atau mata pelajaran eksak lain. Tidak bisa seperti itu karena mata pelajaran lain juga penting," tutur Abdullah yang juga Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran sangat terkait satu sama lain. Siswa tidak dapat disebut beprestasi bila hanya pandai di satu mata pelajaran.

Jika nanti sistem kelas akselerasi dihapus, Kemendikbud merencanakan strategi lain. Bagi siswa yang memiliki kecerdasan tinggi di tingkat SMA, diperbolehkan mengikuti perkuliahan untuk bidang keilmuwan tertentu di universitas yang ia inginkan. Dengan asumsi siswa tersebut sudah menuntaskan mata pelajaran tertentu selama dua tahun, pada tahun ketiga dia bisa menguasai materi perkuliahan. Pengusaan materi perkuliahan tersebut dapat dijadikan bekal ketika ia kuliah di perguruan tinggi nantinya.

Dibalik rencana penghapusan kelas akselerasi, Suryadi, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyayangkan penghapusan kelas akselerasi tersebut. Menurutnya, penghapusan kelas akselerasi seolah menunjukkan pemerintah tidak dapat mengakomodasikan kebutuhan layanan pendidikan bagi anak jenius.

"Pemerintah harus kembali mengingat tujuan awal dibuatnya kelas akselerasi yakni untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak jenius atau berbakat. Makanya ada yang namanya Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) yakni untuk mereka itu," kata Suryadi.

Bagaimana menurut Anda?

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)