Berita Pendidikan

Serunya Nobar Film Soegija Bersama Sekolah Santo Yakobus

Pukul 08.00 pagi, hari Kamis 7 Juni 2012 terdengar hiruk pikuk para peserta didik SD-SMP-SMA Santo Yakobus di Kelapa Gading. Didampingi para guru, mereka berjalan berkelompok menuju XXI Mal Kelapa Gading. Sempat membuat kemacetan di sekitar mall, karena 1.300 peserta didik berbaris menyusuri jalan dari Pegangsaan Dua menuju mall kurang lebih 1 kilometer. Petugas keamanan turut melancarkan jalannya iring-iringan. Mereka akan nonton bareng (nobar) film Soegija yang diputar perdana hari itu.

Untuk menampung jumlah peserta didik sebanyak itu, sekolah menyewa 6 teater dan jam tayang khusus yakni pukul 09,00 - 11.00. Koordinasi dengan pengelola mall maupun manajemen XXI, memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik dan lancar. Maklum, biasanya mall baru buka untuk umum jam 10.00 dan jam tayang normal XXI pukul 12.30.

Komentar yang beragam muncul dari anak-anak setelah nonton film tersebut. Seorang peserta didik kelas 4 SD, mengatakan: "Bahasanya campur-campur, saya tidak mengerti bahasa Jawa, Belanda dan Latin. Untung ada teks terjemahannya!" Peserta didik SMP komentarnya berbeda lagi: ‘Boleh juga nobar gratis begini lebih sering! Terimakasih untuk Yayasan Santo Yakobus. Filmya bagus ada serius, perang, haru campur lucu....!". Peserta didik SMA, sebagian tidak langsung pulang sesudah nobar. Mereka merasa bebas hari itu bisa masuk mal dengan seragam sekolah. "Banyak pemain bule. Pasti biayanya mahal ya ...", komentarnya.

Pukul 12.30 para guru dan karyawan mendapat giliran nobar bersama masyarakat umum. Seratus limapuluh orang guru/karyawan, menikmati alur cerita dan adegan-adegan yang disajikan dengan bagus. Mereka dapat menikmati latarbelakang panorama, maupun budaya Jawa Tengah yang ditampilkan, karena sebagian besar memang mereka berasal dari sana.

Nonton bersama Soegija dua jam, memang tidak mengubah apa-apa. Namun mereka merasakan pengalaman bersama yang sangat berharga: belajar tertib dalam kebersamaan di jalan maupun ditempat umum, menghargai orang lain dengan menyimak sambil mendengarkan dialog para tokoh dalam film. Selesai nonton, ada sesuatu yang hinggap dan mengendap di benak mereka masing-masing. Semoga!

(dilaporkan oleh Yohannes Romiyono/Kabid. Pendidikan)

Galeri Foto 

Klik gambar untuk menampilkan galeri.

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial From Chef Today