Sertifikasi Dilakukan, Mutu Tetap Stagnan

8 Maret 2010 Berita Pendidikan


TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Program sertifikasi guru yang dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini dinilai belum berhasil mendorong profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Demikian dikatakan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) Zaenal Faizin di Temanggung, Jumat (5/3/2010). Zaenal menilai, tujuan pemerintah baik, yaitu memerhatikan nasib guru dengan memberikan tunjangan profesi melalui sertifikasi.

"Dan seharusnya program ini mendorong profesionalisme guru," katanya.

Namun, kata dia, sertifikasi guru ternyata belum memberikan korelasi positif pada peningkatan kualitas pengajaran guru yang telah menerima sertifikasi, Artinya, lanjut Zaenal, program tersebut belum berhasil.

Zaenal menilai, secara yuridis formal pelaksanaan sertifikasi di Temanggung sudah benar. Hanya, masih banyak kelemahan dari berbagai aspek. Secara etika, menurut dia, dengan adanya tambahan penghasilan dari tunjangan sertifikasi, seharusnya sense of responsibility para guru akan naik.

Selain itu, katanya, sertifikasi juga harus berpengaruh pada peningkatan mutu pendidikan secara signifikan. Kenyataannya, mutu pendidikan di Temanggung tetap stagnan. Zaenal menyayangkan sikap para guru yang seolah hanya mengejar kesejahteraan semata, sementara mutu pengajaran mereka tidak diperhatikan.

Hasil penelitian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah tahun 2009, katanya, menyebutkan tidak ada korelasi positif antara sertifikasi dengan peningkatan mutu pembelajaran.

sumber: kompas.com