Serbuk Shoven Bikin Kayu dan Kain Lebih Awet

26 Desember 2013 Berita Pendidikan


Semakin banyak generasi bangsa yang mampu melahirkan inovasi. Contohnya seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Berawal dari keprihatinan terhadap jumlah impor kayu Indonesia yang kian naik, Toto Iswanto, Meireza Ajeng P, Anggita Nur D membuat inovasi berbahan ekstrak limbah kulit meranti yang mengklaim kayu menjadi lebih awet.

Dilansir dari laman ITS, Minggu (22/12/2013), inovasi karya mereka menggunakan meranti merah sebagai biofungisida untuk mengendalikan cendawan Schizophyllum Common Fries pada kayu. Menurut Toto, jamur tersebut adalah jamur terganas yang tumbuh di kayu sehingga kayu menjadi lapuk dan mudah patah.

Dijelaskan dia, ide ini terinspirasi dari sifat kayu meranti merah yang sangat kuat dan tahan lama. Usai diteliti, ternyata kayu meranti merah mengandung zat aktif yang mampu menekan angka pertumbuhan jamur untuk berkembang biak.

"Zat aktif tersebut banyak batang tumbuhan. Sedangkan zat yang paling berpengaruh itu poilifenol dan terpanoid," lanjut dia.

Setelah melalui uji laboratorium, ekstrak kulit kayu tersebut dijadikan sebuah serbuk. Penggunaan ekstrak ini cukup mudah. Caranya dengan mecampurkannya dengan pelarut alami seperti alkohol dengan perbandingan 1: 24. Selanjutnya, campuran tersebut disemprotkan ke bagian kayu yang berjamur atau seluruh bagian kayu yang ingin diawetkan.

Ternyata, tambah dia, tak hanya jamur yang mati atau tidak dapat tumbuh dalam kayu yang sudah disemprot larutan ajaib miliknya. Toto dan tim juga menguji produk ini terhadap rayap yang memakan batang kayu. Tak disangka, larutan yang ia berinama Shoven ini mampu membuat rayap tidak betah untuk singgah di kayu.

Temuan mereka ini alhasil mengantarkan mereka menjadi juara dalam Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) 2013. Kendati saat penjurian mereka sempat diragukan.

Toto berharap, produknya mampu diproduksi secara massal. "Rencanya, kami akan menawarkan shoven ke perusahan terkait, seperti perusahan cat kayu ataupun deterjen. Sebab, serbuk Shoven juga dapat digunakan untuk bahan kain seperti karpet agar tidak mudah berjamur," ungkap Toto.

Walaupun bukan orang pertanian, menurutnya, tidak ada alasan baginya untuk tidak memikirkan permasalahan yang ada di Indonesia.

"Karena ilmu yang kami dapat di kampus cukup luas dan aplikatif, sehingga bisa di gunakan untuk bidang yang luas dan membantu masyarakat Indonesia.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari okezone.com)