Sektor Pendidikan Indonesia Harus Siap Hadapi MEA

25 Februari 2015 Berita Pendidikan


Di akhir tahun 2015, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mulai diberlakukan. Tentunya Indonesia harus melakukan berbagai persiapan di beberapa sektor demi dapat bersaing unggul terhadap negara-negara lain anggota ASEAN.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Wardiman Djojonegoro mengimbau pemerintah harus segera mematangkan persiapan pendidikan Indonesia menjelang MEA 2015 yang semakin dekat.

Evaluasi pendidikan juga diperlukan dan sudah patut dipercepat untuk mendapat gambaran terkait dengan ketertinggalan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Ketertinggalan itulah yang harus segera dimatangkan agar MEA 2015 tidak berbalik menjadi ancaman bagi pelajar dan lulusan Indonesia. Mereka tidak dapat bersaing dengan lulusan negara lain yang telah terlebih dahulu didukung pendidikan dengan kualitas baik di negaranya.

Dalam masalah upah minimum pekerja, Indonesia masih berada di atas Vietnam, namun bisa juga menjadi potensi ancaman bagi masyarakat dalam negeri karena mutu pendidikan Vietnam berada di atas Indonesia.

Selain itu, Wardiman mengimbau pemerintah untuk segera memperkuat tenaga pengajar Indonesia yang kemudian akan mempersiapkan pelajar dalam negeri agar unggul di ASEAN. Selanjutnya, pengetahuan mengenai sains, menurut dia, sudah perlu diajarkan dengan kualitas baik pada jenjang SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.

Tidak hanya itu, kebutuhan akan pendidikan saja tidak cukup dalam dunia modern seperti saat ini, melainkan juga peningkatan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi.

Pelajaran mengenai sains juga diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk mempelajari hal tersebut mengingat pengaruh Iptek sangat besar saat ini. Oleh sebab itu, pemerintah harus pandai memajukan SDM sehingga mampu bersaing terhadap negara-negara lain di ASEAN.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)