Berita Pendidikan
9 Juni 2011

Sekolah Unggulan di Jakarta Dihapus

JAKARTA Persaingan para siswa untuk masuk ke sekolah negeri, baik tingkat SMP maupun SMA/SMK negeri di DKI Jakarta diperkirakan semakin berat. Pemprov DKI Jakarta memperlakukan sama kepada seluruh siswa yang mendaftar ke sekolah negeri tersebut.

Kami tidak membeda-bedakan sekolah negeri, selain dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanal (RSBI), seluruh sekolah sama. Tidak ada unggulan atau non unggulan. Silahkan mendaftar. Penerimaan murni berdasar nilai Ujian Nasional (UN) dan dilakukan secara online sehingga bisa dipantau seluruh warga Jakarta,kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rabu (8/6).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan seleksi di sekolah negeri terpaksa diberlakukan karena keterbatasan daya tampung. Sekolah negeri tidak mungkin bisa menampung seluruh lulusan di sekolah negeri. Tapi bila ditambah dengan sekolah swasta maka jumlah lulusan seimbang dengan daya tampung, katanya.

Baik negeri maupun swasta, jumlahnya cukup menampung semua lulusan. Saat ini ada 3.000 SD negeri dan swasta di DKI. SMP cuma 900 sekolah, tapi kan SD cuma satu kelas sedangkan SMP bisa 4, 6, hingga 10 kelas. Kata Taufik Yudi. Jumlah sekolah dasar negeri 2200, SMP 259, SMA 114, SMK 60 sekolah.

Untuk SMP dan SMA/ SMK negeri, kata Taufik, hampir tidak pernah ada bangku kosong. Pasalnya, setelah pengumuman tempat kosong pun, PPDB (pendaftaran peserta didik baru) tahap II masih banyak siswa mendaftar. Ia juga menjamin transparansi dalam PPDB tahun 2010.

KETAT

Berdasarkan data Disdik DKI. pada tahun ajaran 210-2011 jumlah peminat dan daya tampung sekolah negeri terpaut cukup jauh. Ini menunjukan bahwa persaingan cukup ketat. Untuk SMP negeri misalnya, dari daya tampung 73.702 siswa, terdapat 394.429 peminat lulusan SD dari Jakarta dan 28.259 peminat dari SD luar Jakarta. Untuk tingkat SMA. dari 30.800 daya tampung, ada 176.911 peminat dari SMP DKI dan 16.027 peminat non-DKl.

Daya tampung SMK negeri sebanyak 15.019 dari DKI dan 670 non- DKI. Jumlah peminat tidak mencerminkan jumlah siswa. Pasalnya, siswa bisa mendaftar ke sejumlah sekolah. Seperti siswa lulusan SD bisa memilih maksimal lima SMP. Begitupun lulusan SMP bisa memilih lima SMA, atau tiga Jurusan di SMK. Jumlah pendaftar tahun ini belum disusun, tapi tidak akan jauh berbeda.

Sumber: poskota.co.id

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris