Berita Pendidikan
21 Juni 2010

Sekolah Tidak Dibenarkan Memungut Biaya Pendaftaran

BANDUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PSB) sudah dimulai beberapa hari yang lalu melalui jalur non akademis. Bahkan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanal (RSBI) juga sudah menyaring seleksi bagi siswa yang akan masuk dalam kelas tersebut. Meski sudah dimulai, Dinas Pendidikan Jawa Barat kembali mengingatkan bahwa pada pelaksanaan PSB ini sekolah tidak dibenarkan memungut biaya pendaftaran PSB karena biaya tersebut sudah dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kecuali bagi sekolah-sekolah RSBI/SBI, biaya pendaftaran atau penerimaan calon PSB diatur dengan tidak menutup kesempatan bagi peserta didik cerdas dan berprestasi yang mengalami hambatan ekonomi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dede Hasan, mengatakan, penerimaan PSB diselenggarakan untuk merealisasikan upaya peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu dalam koridor pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar dan rintisan wajib belajar 12 tahun di kota terkait program peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan pendidikan.
"Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, pada penerimaan peserta didik baru kali ini juga harus mengacu pada regulasi yang ada," kata Dede Hasan, pada acara jumpa pers Penerimaan PSB di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Rabu (16/6).
Dipaparkan Dede, prinsip penyelenggaraan PSB yaitu mudah, lancar dan semua tersalurkan untuk melanjutkan serta tidak ada pungutan biaya, kecuali bagi sekolah-sekolah RSBI/SBI. Meski begitu, ujar Dede, biaya pendaftaran calon PSB ini diatur dengan tidak menutup kesempatan bagi peserta didik cerdas dan berprestasi yang mengalami hambatan ekonomi.
Ia juga mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dan sekolah-sekolah yang akan menerima calon peserta didik untuk mengumumkan seluas-luasnya dan sejelas-jelasnya kepada masyrakat mengenai informasi penerimaan PSB mulai dari daya tampung, jadwal, tempat, dan syarat pendaftaran. "Penyelenggaraan PSB ini juga harus berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan upaya percepatan penuntasan Wajar Diknas 9 tahun," jelasnya. (tif)

Sumber: tribunjabar.co.id

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris