Sekolah Swasta Khawatir Kekurangan Murid

16 Juni 2010 Berita Pendidikan


GARUT - Keberadaan sekolah swasta di wilayah perkotaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat terancam oleh tindakan sekolah negeri yang menerima murid baru melebihi kuotanya. Pengel ola sekolah swasta khawatir tidak mendapat cukup murid baru di tahun ajaran baru ini.

Diduga, langkah sekolah negeri tersebut merupakan upaya untuk memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang lebih besar.

Ketua Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Kabupaten Garut Agus Supendi, mengatakan, pemerintah daerah terlalu memberikan peluang kepada sekolah negeri untuk menerima murid melebihi kuota. Padahal, sudah ada payung hukum yang mengatur daya tampung siswa per rombongan belajar berdasarkan tipe sekolah, yakni Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tanggal 30 Desember 2004 tentang Tipe Sekolah dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

"Berdasarkan aturan jumlah murid per rombongan belajar 40 orang. Tapi kenyataannya di lapangan ada yang lebih dari itu. Inti persoalan ini ialah penegakan aturan yang lemah oleh pemerintah," kata Agus , Selasa (15/6/2010).

Agus mencontohkan, akibat langkah sekolah negeri yang menerima murid di atas kuotanya ada sekolah swasta yang murid barunya tahun ini hanya 11 orang.

Ketua Local Education Centre (LEC) Kabupaten Garut Bagus Bagja, menduga , membuka pendaftaran murid baru di sekolah negeri yang melebihi kuota bermotif ekonomi. Jumlah murid yang banyak berbanding lurus dengan besarnya penerimaan BOS.

Dengan alasan banyak orang tua yang berminat memasukkan anaknya, sekolah negeri menerima murid melebihi kuota. Padahal, hal ini akan berdampak pada banyak hal, salah satunya keberlangsungan sekolah swasta.

Agus berharap, pemerintah daerah bertindak lebih tegas terhadap sekolah yang melanggar ketentuan penerimaan murid baru, baik itu sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Komar Mariuna, mengakui, kecemasan sekolah swasta kekurangan murid memang mencuat dan sempat dibahas di legislatif. Hasil pembahasannya, di antaranya , Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyusun petunjuk teknis penerimaan siswa baru yang dirumuskan bersama sekolah swasta dan negeri.

Komar menegaskan, d inas tidak akan memberikan izin sekolah yang menerima siswa melebihi kuotanya. Sebab, hal itu akan berdampak pada banyak hal, di antaranya penambahan guru dan alat belajar.

Menurut Komar, idealnya jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) 32 orang. Untuk mengejar angka partisipasi kasar (APK) masih dimungkinkan satu rombel 40 orang.

Selain akreditasi dari pemerintah, masy arakat akan menilai kualitas sekolah swasta yang ada. Oleh karena itu sekolah swasta sudah seharusnya menunjukkan prestasi yang baik sehingga bisa diminati masyarakat .

Sumber: edukasi.kompas.com