Sekolah Inklusif Harapkan Perhatian Lebih Pemerintah

23 Maret 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola sekolah inklusif yang menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dengan siswa normal, SMA PGRI 3 Pondok Labu, Jakarta Selatan mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah dalam memfasilitasi siswa berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah inklusif SMA PGRI 3 Jakarta, Achmad Sjamsuri saat ditemui di SMA PGRI 3, Pondok Labu Jakarta, Senin (22/3/2010). "Kurangnya pemerintah dalam pendidikan inklusif ya banyak. Ya pengennya sih ada anak yang berkebutuhan khusus, harapan saya perhatiannya juga khusus, berupa segala hal termasuk dana, " katanya.
Menurut Achmad, sebelumnya pemerintah telah memberikan bantuan kepada pihak sekolah dengan memberikan pelatihan metode pembelajaran khusus bagi para pengajar. "Tapi yang ditatar baru guru Kimia dan Matematika," tambah Achmad.

"Alangkah bagusnya jika semua guru memiliki ilmu lain untuk menangani anak berkebutuhan khusus. Insya allah tahun-tahun berikutnya, ada kok perhatian pemerintah," lanjut Achmad.

Sekolah inklusif SMA PGRI 3 Jakarta tahun ini, menampung enam orang siswa berkebutuhan khusus. Lima orang dari mereka menderita ketidakmampuan melihat yang saat ini duduk di kelas III dan mengikuti Ujian Nasional. Sementara seorang lagi adalah siswi tunarungu yang duduk di kelas II. Achmad Sjamsuri mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinya tersebut telah menerima anak berkebutuhan khusus sejak 1983. "Anak berkebutuhan khusus kami ada yang sudah lulus, kuliah di UI, UNJ," demikian Achmad Sjamsuri.

sumber: kompas.com