Sekolah di RSBI, Siapa Takut!

28 Februari 2012 Berita Pendidikan


JAKARTA - Sebanyak 776 siswa dari 10 SMA yang bersekolah di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mendapatkan keringanan biaya. Terutama bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, meminta pada masyarakat dari keluarga tidak mampu agar tidak khawatir untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah yang merupakan RSBI. Selama ini RSBI identik dengan siswa yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi. Mereka harus membayar mahal Iuran Peserta Didik Baru hingga iuran bulanan.

Namun dengan adanya Surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, RSBI di seluruh provinsi Indonesia harus mengalokasikan kuota 20 persen bagi pelajar tidak mampu yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi.

"Kami menyediakan 20 persen kuota bagi anak dari keluarga yang kurang mampu dari sisi ekonomi, tapi mampu dari segi akademik," kata Taufik saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, ada 10 SMA di Jakarta yang tercatat sebagai RSBI yaitu SMA 8, SMA 3, SMA 48, SMA 21, SMA 28, SMA 61, SMA 68, SMA 70, SMA 78, dan SMA 81. Jumlahnya 6.480 siswa. Dari angka tersebut, 776 siswa diberikan keringanan sesuai dengan kemampuan keluarga.

Taufik mengatakan, dinas pendidikan meminta agar masyarakat aktif memberikan informasi kepada dinas maupun sekolah jika menemukan siswa berprestasi namun tidak mampu.

"Jika ada masyarakat yang menghadapi kesulitan silakan informasikan ke sekolah. Masyarakat tidak perlu khawatir jika akademik bisa bersaing silakan," kata Taufik.

Proses untuk mendapatkan keringanan itu, pihak sekolah akan melakukan verifikasi apakah benar siswa tersebut tidak mampu secara ekonomi, antara lain dengan kunjungan langsung ke rumah siswa. Hal ini dilakukan agar keringanan biaya tidak salah sasaran.

Lilik Dwiatmojo, salah satu wali murid di SMAN 8, Bukitduri, Jakarta Selatan, mengaku awalnya takut untuk menyekolahkan anaknya di RSBI. Akhirnya, ia mendapatkan keringanan biaya untuk SPP dan uang gedung.

"Anak saya cukup berprestasi, tapi saya takut mendaftar karena di SMAN 8 biayanya mahal. Namun saya mendapat keringanan dengan membayar semampu saya," katanya.

Agus Suradika, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengatakan, pada tahun ini Dinas Pendidikan DKI akan menggunakan strategi proaktif untuk mencari siswa-siswi yang kurang mampu namun berprestasi untuk diundang ke RSBI.

Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah SMA memberikan sosialisasi kepada tingkat SMP untuk tidak takut mendaftar ke RSBI hanya karena biaya. "Guru juga akan diarahkan untuk mendorong muridnya agar lebih berani untuk mendaftarkan diri ke RSBI," katanya.

Sumber: wartakotalive.com