Sekolah di Palang, Ratusan Siswa Ujian di Jalan

5 Juni 2014 Berita Pendidikan


Seharusnya ujian sekolah di laksanakan di dalam kelas serta jauh dari kebisingan yang dapat merusak konsentrasi belajar siswa. Tetapi para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan Manokwari terpaksa menjalani ujian di jalan. Hal ini disebabkan sekolah mereka dipalang selama dua minggu lebih.

Pada hari Rabu, 4 Juni lalu palang dibuka oleh Koordinator pemilik hak ulayat Kornelis Rumbekwan bersama Wakil Ketua MRP Provinsi Papua Barat, Zainal Abidin Bay. Pembukaan palang juga disaksikan Kepala SMK Kehutanan, Drs Ahmad Syihabi, serta ratusan siswa-siswi SMK Kehutanan.

Meskipun palang telah dibuka, para siswa tetap mengerjakan ujian di badan jalan. Mereka hanya bertepuk tangan menyaksikan palang sekolahnya dibuka. Seperti diketahui sejak Selasa, 3 Juni hingga Rabu, 4 Juni siswa kelas I dan II SMK Kehutanan terpaksa melaksanakan ujian kenaikan kelas di badan jalan. Dinaungi pohon, mereka berbaris dan duduk bersila di badan jalan untuk mengerjakan soal.

Kepala SMK Kehutanan Manokwari, Drs Ahmad Syihabi mengaku senang dengan dibuka palang sekolah yang dipimpinnya ini. Pasalnya, selama dua minggu, para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan melantai di teras sekolah. Bahkan ruang makan pun dipakai untuk tempat belajar.

Sementara itu, salah seorang pemilik hak ulayat, Kornelis Rumbekwan menyatakan, pihaknya membuka palang sekolah supaya para siswa dapat kembali belajar dan mengikuti ujian semester di dalam ruangan.

Namun demikian untuk kantor Balai Latihan Kehutanan (BLK) dan SPORC tetap dipalang sampai ada penyelesaian. Rumbekwan menegaskan, pihaknya tetap pada tuntutan Rp 6,5 miliar untuk pembayaran ganti rugi kompleks BLK seluas 17,4 hektar. Selain itu, ada tuntutan supaya 32 anak dapat diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

Rumbekwan menegaskan meskipun palang sekolah SMK Kehutanan Manokwari sudah dibuka tapi kantor yang lain tetap dipalang sebagai terapi mental bagi pemerintah untuk menyelesaikan tuntutan ganti rugi.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)