Sekitar 3.618 Orang Tandatangani Petisi Kecewa Sistem SNMPTN 2016

13 Maret 2016 Berita Pendidikan


Penyelenggaraan tahunan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kini sudah mulai berjalan. Seperti Anda ketahui, beberapa jalur masuk ke PTN di Indonesia memiliki beberapa tahapan dan salah satunya merupakan jalur SNMPTN. Jalur ini lebih mengutamakan prestasi yang dimiliki siswa pelamar untuk bisa masuk ke PTN pilihannya.

Namun, kegiatan penyelenggaraan SNMPTN kali ini menuai beberapa kritik dari berbagai pihak. Pada tahun ini pemeringkatan siswa yang boleh mendaftar SNMPTN 2016 dilakukan oleh sistem, bukan oleh sekolah masing-masing. Sebanyak 3.618 orang menandatangani petisi hapus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Hal ini terkait tidak transparannya proses seleksi masuk jalur undangan SNMPTN. Kegiatan ini digiatkan melalui platform petisi Change.org. Kumpulan orang-orang pemetisi ini menuntut untuk transparannya proses seleksi undangan.

Berjudul "Muhammad Nasir Selamatkan Angkatan 2016 dari Kesalahan Sistem SNMPTN", petisi ini memuat beberapa konten yang isinya kekecewaan akan tidak transparannya pihak terkait. Mereka mengungkapkan masih banyak siswa yang memiliki nilai tinggi dan layak justru tidak diberi kesempatan untuk ikut serta. Kebalikannya, justru mereka yang nilainya lebih rendah malah diloloskan.

Petisi yang sampai tanggal 10 Maret 2015 telah mengumpulkan 3.618 pendukung tersebut menargetkan sebanyak 5.000 pendukung.

Semoga, sistem seleksi jalur masuk ke perguruan tinggi menjadi dipermudah serta tidak merugikan bagi semua pihak. Siswa yang nilainya tinggi maupun rendah pun bisa secara adil dapat mengikuti SNMPTN.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)