Sedih, Kini 15 Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah

26 September 2016 Berita Pendidikan


Indonesia memang terkenal akan keberagamannya, salah satunya ialah bahasa daerah. Namun sungguh sangat disayangkan, beberapa bahasa daerah kini telah tergerus zaman dan mengalami penurunan penutur aslinya.

Dadang Kusnandar, selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengatakan bahwa berdasarkan data Badan Bahasa pada 2014, ada 15 bahasa yang telah punah dan tersebar di wilayah Indonesia timur, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tercatat dari data 2004-2005 saja, pihaknya mengindentifikasi ada 617 bahasa daerah di Indonesia. Tentu hal ini sungguh sangat disayangkan. Dadang menyebutkan, bahasa daerah punah dan terancam punah disebabkan beberapa faktor, seperti jumlah penutur yang berkurang karena meninggal dunia, migrasi, bencana alam yang besar, dan peperangan. Punahnya bahasa daerah juga bisa dipengaruhi oleh persoalan yang terkesan sepele, seperti perkawinan silang serta sikap dan persepsi masyarakat setempat terhadap bahasa daerah.

Hal yang paling berkontribusi besar terhadap punahnya bahasa daerah salah satunya adalah persepsi masyarakat setempat beserta kalangan muda saat ini. Beberapa dari mereka kini tak lagi menggunakan bahasa daerah setempat.

Menanggapi hal ini, pemerintah kini telah berkerja keras dangan melakukan segala upaya dengan terus melakukan sosialisasi di setiap daerah serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

Dikatakan, banyak daerah yang telah memasukkan soal penggunaan bahasa daerah ke dalam peraturan daerah (perda). Hal itu diyakini dapat mendorong program pemulihan bahasa daerah untuk wilayah tersebut.

Tak hanya itu, upaya lain pemerintah dalam menjaga bahasa daerah ialah dengan terus meningkat jumlah kamus bahasa daerah yang dilengkapi dengan bahasa Indonesia. Sejauh ini ada 84 kamus bahasa daerah. Sementara itu, bahasa daerah yang sudah punah akan dibawah pengawasan Badan Bahasa. Nantinya, bahasa yang punah tersebut akan dilindungi dengan cara mendokumentasikan, merevitalisasi, dan melakukan konservasi terhadap bahasa yang terancam punah.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)